PSK Ini Berhasil Taklukkan Orang-orang Terkaya di Eropa

0
loading...

TERASBINTANG.com — Dunia kelam prostitusi sudah ada sejak awal perkembangan manusia. Di Eropa di abad ke-19, terdapat seorang perempuan yang memproklamirkan diri sebagai PSK. Dia bernama La Paiva.

La Paiva memang bukan PSK biasa. Meski menjajakan tubuhnya untuk pria hidung belang, dia menargetkan orang-orang terkaya di Eropa untuk dijadikan korban kencannya.

Sejumlah negara disinggahinya hanya demi melayani seks pria hidung belang. Mulai dari Rusia, Istanbul, Prancis, Inggris dan sejumah negara lain. Daya magis La Paiva yang begitu menawan berhasil membuat orang-orang terkaya di Eropa dengan mudahnya terjauh ke pelukannya.

Dalam beberapa sumber, La Paiva digambarkan memiliki payudara berukuran besar dengan body montok. Kekurangan dirinya seperti kulit hitam diakali dengan polesan make up.

Siapa sangka, La Paiva sebenarnya berasal dari keluarga miskin. Saat masih kecil, keberuntungan nyaris tak pernah berpihak kepada dirinya. Lantaran berdarah Yahudi, dia diasingkan dan terpaksa tinggal di Ghettoo yang sangat kumuh. Dia memiliki nama asli Esther Pauline Lachman.

Karier prostitusinya tidak langsung naik di kalangan elit. Sebelumnya La Paiva menjual diri di lokalisasi murahan dengan bayaran receh. Nasibnya seketika berubah dia berkenalan dengan terori will power (kekuatan kehendak). Nasib seseorang bisa berubah lewat keyakinan dan kerja keras.

Teori itu terbukti benar dirasakan La Paiva. Sejumlah aristokrat pun mulai banyak yang ngiler melihat kemolekan tubuhnya. Kisahnya sebagai pelacur kelas kakap dimulai ketika La Paiva dipersunting oleh bangsawan (marquis) asal Portugis, Albino Francesco Araújo de Païva, saat La paiva berada di Inggris. Dari suaminya ini dia menyandang nama kebangsawanan, La Paiva.

Bangsawan terkaya di Eropa yang juga cinta mati pada La Paiva adalah Count Henckel von Donnersmarck. La Paiva dihujani banyak sekali harta benda. Donnersmarck bahkan membiayai pembangunan hotel untuk La Paiva di lokasi paling glamour di Paris, Avenue des Champs Elysee, diubah menjadi Hotel de la Païva Mansion.

Hotel La Paiva dibuat sangat mewah kala itu. Tangganya dilapisi emas, marmer dan onyx diimpor dari Aljazair. Bak mandinya diisi susu untuk berendam. Tempat itu kemudian dijadikan tempat untuk memuaskan nafsu duniawi dan tempat paling tak bermoral.

Jumlah kekayaan La Paiva menjadi tak terhitung dengan menjadi PSK. Dia pun sangat hobi mengoleksi perhiasan mewah dengan harga selangit. (wa)

loading...