Puisi Rizieq Shihab Justru Tunjukkan FPI Anti Demokrasi dan Pancasila

0

TERASBINTANG.com – Sastrawan muda Shiny Ane Al’poesya mengkritik keras sajak puisi yang dikarang Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Pasalnya, puisi tersebut justru menunjukkan sikap dan wajah FPI yang selama ini cuma pura-pura pro demokrasi.

“Puisi ini saya justru semakin menunjukkan bahwa selama ini FPI cuma pura-pura pro demokrasi dan Pancasila,” katanya

Kalau dilihat dari bait per bait dari puisi tersebut, tampak jelas bahwa Rizieq sedang menuduh Presiden Jokowi yang membuat PKI dan paham liberal, semakin merajalela di republik ini. Padahal, bila kita pakai sedikit saja akal sehat, paham kanan maupun kiri, sama-sama diakomodir dalam demokrasi Pancasila kita.

“jadi apa yang dituduhkan Rizieq dalam puisinya itu tidaklah benar,” katanya

Hal lain yang tak kalah mengerikan dari puisi Rizieq adalah kepemiminan non-muslim. Ini juga, kata Rizieq gara-gara Jokowi. Mungkin dia merujuk pada kasus Ahok yang memimpin ibu kota. Padahal, Ahok menjadi pemimpin di tengah-tengah umat Islam bukan cuma kali ini. Ahok adalah mantan Bupati Belitung Timur yang 95 persen warganya muslim.

“Masih banyak kerancuan lain. Kita bisa nilai sendiri lah, bagaimana sepak terjang ormas ini di tenga-tengah masyarakat,” katanya

Sebelumnya, Rizieq membuat puisi yang ditujukan kepada Presiden Jokowi. berikut puisinya:

Sejak kau pimpin negara
Muncul banyak perkara
PKI makin meraja lela
Liberal makin angkat dada

Non Muslim Pimpin Jakarta
Di Sumber Waras, dia dijaga
Di Reklamasi, dia juga dibela
Hingga berani menista agama

4 November 2016 siang
Habaib dan Ulama datang
Menunggumu hingga petang
Engkau menghilang

Kini, saat Umat marah

Kau mulai beramah-tamah
Datang sini datang sana
Undang sini undang sana

Kau mulai main sandiwara
Hidupumu penuh pura-pura
Kau undang para Ulama
Hanya untuk diadu domba

Selesaikan saja akar masalah
Jangan lagi masalah ditambah
Jangan kau lindungi Penista
Jangan kau korbankan Negara

HABIB RIZIEQ SHIHAB
(Imam Besar FPI/Pembina GNPF-MUI)

KOMENTAR

loading...