Putra Ba’asyir Pimpin Demo Anti Densus 88, Pengamat: Mereka Mewakili Siapa? Perlu Diverifikasi

0

TERASBINTANG.com – Demo yang berlangsung di beberapa daerah dengan tuntutan pembubaran Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terus menuai tanta tanya. Diketahui, salah satu pimpinan demo itu ternyata adalah putra Abu Bakar Ba’asyir, Abdurrahim Ba’asyir.

Abdurrahim memimpin aksi demo dengan nama kelompok Muslimim Solo Raya (Misra). Mereka  memusatkan aksi demo di depan Markas Polresta Solo, Jawa Tengah, Jumat, 18 Maret 2016 lalu.

Menanggapi demo tersebut, pengamat kepolisian dan terorisme Dr Alfons Loemau mengatakan bahwa seharusnya, tuntutan terhadap Densus 88 haruslah menggunakan hukum sebagai parameternya. Jadi tidak ujug-ujug minta dibubarin.

“Mereka kan (Densus 88, red.) dibentuk dan diatur dengan undang-undang. Tapi setiap lembaga atau badan hukum di negara ini tidak kebal hukum. Tinggal kita lihat, tinggal kita lihat ada nggak tindakan tindakan mereka melanggar hukum atau merugikan kepentingan umum. Kan begitu,” kata Alfons saat dihubungi terasbintang, Rabu (23/3/2016).

Tidak hanya itu, menurut Alfons, tidak semua demo harus jadi acuan kebijakan pemerintah. Seperti demo anti densus, kata dia, perlu dilihat mereka mewakili kelompok mana dan komunitas mana.

“Perlu diselidiki dulu itu yang demo siapa. Karena kalau demo, semua orang demo, itu jadi acuan suatu kebijakan ya itu juga perlu diverifikasi. Mereka demo terus mewakili apa, mewakili komunitas mana. Kepentingan siapa? Kan begitu kira-kira,” tegasnya. (RS/SUM)

KOMENTAR