Putusan Hukum Kasus Ahok tak Sesuai Selera, FPI: Kami Siap Revolusi

0
loading...

TERASBINTANG.com – Hari Minggu tanggal 04 Desember 2016, Pukul 20.30 sd 00.30 WIB berlangsung sebuah Tabligh Akbar Front Pembela Islam (FPI) di depan Mushola An Nur Kemandoran Jl. Kemandoran VIII. Mengusung tema “Bhineka Tunggal Ika tanpa penistaan agama”, FPI tampaknya ingin membumikan hasrat politiknya untuk menyudutkan Ahok.

Betapa tidak, isi dalam ceramah tersebut terkonsentrasi di tema-tema seputar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mulai dari kasus penistaan agama hingga status kepemimpinan non-muslim dalam Islam. Berbagai ancaman tanpa keadaban muncul dalam penggalan-penggalan ceramah habaib pentolan FPI.

Pentolan FPI yang juga menantu Habib Rizieq, Habib Muhammad bin Husin Alatas, menegaskan bahwa pihaknya tak segan-segan menggelar revolusi dan menjungkal pemerintahan yang sah, jika putusan kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak sesuai selera dan kemauan FPI.

“Apabila Ahok tidak dimasukan kedalam penjara yang telah menistakan agama maka kita siap melakukan Revolusi, bukan di Istiqlal, bukan di Monas, ataupun di HI, akan tetapi akan dilakukan di DPR untuk melakukan Revolusi. Siap turunkan Jokowi,” kata Husin saat ceramah.

Ia pun mengingatkan Jokowi untuk tidak meremehkan ancamannya tersebut. “jangan main main dengan ulama. Kita menunggu supaya Jokowi melakukan Dialog Nasional dengan ulama dipimpin oleh ketua MUI,” katanya.

Seperti diketahui, menjelang pelaksanaan Pilgub DKI 2017 nanti, FPI semakin gencar menggelar pengajian. Tema yang diusung pun begitu unik dan tendensius terhadap salah satu cagub, yakni Basuki. Kali ini, FPI menggelar pengajian di 44 Kecamatan di DKI Jakarta. (zap)

loading...