“Radikalisme Tak Boleh Ada di NTT”

0
loading...

TERASBINTANG.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya secara tegas menyatkan penolakannya terhadap radikalisme. Ia mengatakan radikalisme tak boleh hidup di NTT.

“Kami bersama Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan juga pimpinan agama tetap bersepakat menolak masuknya paham radikalisme di daerah ini. Masyarakat NTT selama ini hidup berdampingan dan penuh toleransi,” kata Frans, Selasa (2/4/2017).

Frans mengatakan, beberapa hari lalu, pihaknya bersama seluruh pimpinan Forkompimda dan komponen masyarakat lainnya melakukan pertemuan membahas perkembangan politik akhir-akhir ini.

Dari diskusi tersebut disepakati bahwa, semua unsur pimpinan daerah akan mengambil peran masing-masing melakukan upaya-upaya pencegahan guna menangkal berbagai isu yang bisa memecah belah umat di daerah ini.

Tokoh agama misalnya, akan berperan menyampaikan kepada umat untuk bersikap tegas menolak kehadiran paham apapun yang bisa mengganggu kerukunan hidup umat di provinsi berbasis kepulauan itu yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun ini.

“Saya juga sudah minta semua pimpinan agama agar mengarahkan umatnya untuk tidak terpengaruh dengan berbagai isu-isu intoleransi yang terjadi di daerah lain seperti Jakarta maupun daerah lainnya di Indonesia,” katanya.

“Mari jaga daerah kita ini agar terus aman dan damai sehingga masyarakat kita bisa melakukan aktivitas dan mencari hidup dengan tenang tanpa adanya rasa pera takut,” katanya.

Dia menambahkan, isu agama merupakan isu yang sangat sensitif, bisa menciptakan konflik, memecah-belah persatuan dan kesatuan.

Frans mengatakan, saat ini tengah berkembang ideologi-ideologi radikal, terorisme di mana-mana, tetapi paham itu tidak boleh ada di NTT yang mencoba mengganggu ketentraman dan kedamaian warga di bumi NTT ini.

“Kita di NTT sudah hidup aman dan damai. Kedamaian ini dibangun bersama, tidak boleh diganggu oleh siapa pun,” katanya.

Frans juga meminta seluruh umat di daerah itu untuk tidak terpencing dengan situasi yang terjadi di daerah lain di Tanah Air.

Seluruh masyarakat NTT, lebih baik bersama bergotong royong untuk membangun daerah ini dalam semangat cinta perdamaian, katanya menambahkan.

loading...