RAPBN 2016, Ini Syarat KMP yang Harus Dipenuhi Jokowi

0

TERASBINTANG.com – Koalisi Merah Putih (KMP) memastikan keinginannya agar RAPBN 2016 bisa disahkan DPR pada 30 Oktober 2015. Namun, KMP menegaskan bahwa keinginan itu bisa tercapai kalau Presiden Jokowi mau memenuhi persyaratan yang diajukan koalisi pengusung Prabowo Subianto itu.

Usai pertemuan yang dihadiri para elite KMP di Bakrie Tower, Rabu (28/10) malam, Ketua Presidium Koalisi Merah Putih (KMP) Aburizal Bakrie (Ical) menyatakan KMP sudah mengambil sikap tegas, yaitu memimnta Presiden Jokowi memenuhi syarat yang diajukan KMP. Kalau tidak, KMP akan menolak RAPBN 2016.

“Ya konsekuensinya (demikian). Mudah-mudahan tidak sampai begitu (pakai APBN 2015 meski sudah 2016), kalau pemerintah mau mengalah terhadap beberapa butir yang akan disampaikan,” kata Ical.

Persyaratan yang diajukan KMP selengkapnya akan dibacakan parpol KMP dalam rapat Banggar siang ini.

Namun, petinggi KMP kepada wartawan mengatakan, setidaknya dalam persyaratan itu  ada tiga poin:

  1. PMN tahap I dalam APBNP 2015 sebesar Rp 43 triliun baru terserap sebesar Rp8 triliun. Sehingga sisanya masih sangat besar di samping belum ada pertanggungjawaban atas penggunaannya.
  1. Alokasi dana desa seperti janji Presiden Jokowi-JK adalah sebesar Rp1,4 miliar per desa baru dipenuhi kurang dari 50 persen. Sehingga tambahan dari alokasi dana PMN akan membuat dana desa lebih mendekati harapan masyarakat. Tujuannya untuk membangun infrastruktur desa yang sudah lama tertinggal.
  1. Jika RAPBN 2016 tidak menimbang jatuhnya kesejahteraan rakyat Indonesia akibat kebijakan yang mencabut subsidi masyarakat dalam setahun belakangan, maka KMP mengkhawatirkan tingkat kesejahteraan yang semakin mengarah kepada keresahan masyarakat yang lebih luas.

(SM)

loading...