Relokasi Warga Kalijodo Berlangsung Kondusif, Polisi Dinilai Berhasil Redam Potensi Perlawanan

0

TERASBINTANG.com – Proses reloksi warga Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara berjalan kondusif menjelang penertiban yang akan digelar hari ini, Senin (29/2), oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selama ini, warga dengan penuh kesadaran sendiri membongkar sekaligus memilah-milah barang-barang yang masih mungkin digunakan ditempat mereka yang baru.

Yang menarik, hampir tak ada perlawanan apapun selama proses relokasi ini berlangsung. Pengamat politik Indonesia Demokrasi Network (IDN) Amir Wata menilai, kondisifitas dan kesadaran warga untuk pindah dari kawasan itu tidak lepas dari kerja keras aparat kepolisian dalam meredam berbagai kemungkinan konflik dengan segala macam wujudnya.

“Ini patut kita apresiasi. Kinerja polisi saya kira cukup bagus di sini ya. Saya pantau hampir tidak ada perlawanan selama ini. Saya kira ini satu contoh yang baik bagaimana polisi bertindak bukan sebagai aparat, tetapi lebih sebagai pengayom masyarakat sehingga warga di sana tidak mungkin lagi berpikir perlawanan,” katanya, saat dihubungi terasbintang.com, Senin (29/2) pagi.

Seperti diketahu, aparat kepolisian yang berjaga-jaga di kawasan prostitusi tersebut selama ini bekerja dengan sangat baik. Mereka bertindak sebagai pengayo, sesekali tampak membantu warga membereskan barang-barangnya, berkumpul dan menghibur warga, suatu sikap luhur yang patut diapresiasi.

Lalu Lintas Dialihkan

Untuk menjamin keberlangsungan penggusuran, pihak kepolisian dan dinas perhubungan melakukan pengalihan arus lalu lintas yang melewati wilayah Kalijodo.

Proses eksekusi akan dimulai, Senin (29/2/2016) pukul 07.00 WIB. 5.000 personil gabungan dari Satpol PP, Polisi dan TNI diterjunkan untuk kelancaran jalannya eksekusi.

Alat-alat beratpun diterjunkan ke Kalijodo. Untuk kelancaran proses eksekusi, rekayasa lalu lintas pun dilakukan.

“Ditlantas Polda Metro dan Jajaran akan  memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalan dari Traffic light Jembatan 3 sampai dengan Simpang  Kampung Gusti dan Traffic light Jembatan 2 sampai putaran Jabar Agung,” kata Kasubdit Bin Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, dalam keterangan tertulisnya Minggu (28/2).

Adapun pengaturan lalu lintas di wilayah Kalijodo adalah sebagai berikut:

1.Jembatan 3 sampai dengan Simpang Gusti akan dilakukan penutupan tanggal 29 Februari 2016 pukul 05.00 sampai dengan selesai pembongkaran.

a) Lalu lintas dari arah barat (Jalan Teluk Gong Raya) menuju timur (Jalan Bandengan Utara) dialihkan melalui Jalan Kapuk Muara.

b) Lalu lintas dari arah timur (Jalan Bandengan Selatan) menuju barat (Jalan Teluk Gong Raya) dialihkan melalui Jalan Jembatan Tiga dan Jalan Jembatan II ke kiri ke Jalan Jembatan 5 atau lurus ke Latumenten dan seterusnya.

c) Arus lalu lintas yang keluar pintu Tol Angke 1 ditutup diluruskan keluar Empang 2.

2. Jalan Pangeran Tubagus Angke akan ditutup pada Senin tanggal 29 Februari 2016 dari pukul 05.00 WIB s/d selesai pelaksanaan penertiban dan pembongkaran.

a) Lalu lintas dari arah barat (Pesing) dialihkan ke Jalan Kampung Gusti atau berputar arah di depan Bakmi Santosa / Keramik.

b) Arus lalu lintas dari Jembatan 5 ke Tubagus Angke di Jembatan 2 dialihkan ke kiri, ke Jalan Latumenten-Grogol-Jalan S. Suparman dan seterusnya.

c) Lalu lintas dari arah timur (Grogol) dialihkan ke Jalan Jembatan II atau Jalan Daan Mogot.

d) Arus lalu lintas yang keluar tol Tubagus Angke dibelokan ke kiri ke Pesing- Daan Mogot dan seterusnya.

“Diimbau kepada masyarakat yang tidak berkepentingan ke kawasan Kalijodo agar menghindari ruas-ruas jalan tersebut,” tegas Budiyanto. (fk)

 

 

KOMENTAR