RUU Terorisme: Pengamat Setuju Waktu Penetapan Tersangka Teroris Ditambah Jadi 30 Hari

0

TERASBINTANG.com – Pengamat kepolisian Sisno Adiwinoto menyetujui beberapa usulan terkait RUU Nomor 15 tahun 2003 tentang tindak pidana terorisme. Salah satu yang dibahas adalah revisi dalam pemeriksaan calon tersangka teroris, yang saat ini dilakukan selama 7×24 jam.

Ia menilai durasi waktu pemeriksaan tersebut dirasa cukup singkat. Karena 7×24 jam dianggap belum cukup untuk melakukan pemeriksaan awal terduga teroris.

“Soal waktu pemeriksaan untuk penetapan tersangka yg hanya 7×24 jam. Itu memang kurang karena biasanya tempat penangkapannya jauh-jauh. Jadi masa 7 hari itu belum cukup untuk ngecek dari jaringan atau apa gitu lah. Jadi ditambah 30 hari. Okelah itu relevan,” ujar Agus melalui sambungan telepon, Kamis (18/2) pagi.

Tak hanya itu, ia juga menekankan supaya oknum yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, masa penahanannya juga harus ditambah. “Setelah memenuhi unsur bahwa dia teroris kan dia ditahan. Nahannya sekitar 3 bulan. 3 bulan itu kan juga gak cukup. Nanti di revisi ini bisa 10 bulan. Jadi bukan semata-mata penguatan peran polri di sini, tetapi lebih kepada kebutuhan mereka di lapangan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Agus Rianto menilai waktu pemeriksaan terduga teroris 7×24 jam sangat singkat sehingga perlu adanya perpanjangan.

Tambahan waktu pemeriksaan itu merupakan bagian dari rencana revisi UU tentang Tindak Pidana Terorisme. Saat ini terduga teroris harus menjalani pemeriksaan selama 7×24 jam untuk mengetahui keterlibatannya atau tidak.

“Memang sangat singkat itu, karena mendalami mereka yang terlibat jaringan teroris ini kan perlu waktu. Apalagi kalau misalnya tempat sulit, hitungannya ketika ditangkap sudah dihitung 7×24 jam,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Menurut Agus, jika dalam perjalanan dari lokasi penangkapan ke pemeriksaan memakan waktu tiga hari maka tersisa empat hari. Akhirnya, ketika pemeriksaan hanya mempunyai waktu tiga hari mendalami terduga teroris. “Bukannya begitu, kami duduk di meja dihitung 7×24 jam. Tapi sejak dilakukan penangkapan,” ujar Agus.

Karena itu, menurut Agus idealnya pemeriksaan terduga teroris memakan waktu 30 hari sejak penangkapan. “Kan baru saja berupa respons dan tanggapan semoga bisa diwujudkan dalam bentuk regulasi sehingga bisa diimplementasikan dan bisa dilaksanakan,” katanya. (fk)

KOMENTAR