Said Aqil Siraj: Pertemuan Ulama & Umara untuk Menjaga NKRI dari Rongrongan Pemecah-belah

0

TERASBINTANG.com – Tiga Ormas Islam terbesar di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan PP Muhammadiyah diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Merdeka, Selasa (1/11) pagi. Jokowi memberikan sambutan pembukaan dalam pertemuan tersebut.

Selepas dari pertemuan ini, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj mengkonfirmasi bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan antara ulama dan umara untuk mengawal dan menjaga tenun kebangsaan Indonesia.

“Pertama secara umum adalah solidaritas umaro dan ulama untuk mengawala, menjaga, memelihara NKRI ini dari berbagai rongrongan baik dari luar dan dari dalam,” kata kang Said saat diwawancara, Selasa (1/11).

Pertemuan tersebut sempat menyinggung rencana aksi besar-besaran “Bela Islam II” yang akan berlangsung pada 4 November besok. Demo ini bertujuan agar polisi segera menangkap Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama.

“Khusus Demo 4 Nov nanti yang konon katanya akan terjadi secara besar besaran, semua ulamat sepakat MUI, NU, dan Muhammadiyah bahwa demonstrasi adalah hak setiap warga negara dalam sistem demokrasi. Tapi Demokrasi yang beretika, tidak anarkis, merusak,  dan bermartabat sebagai indikasi masyarakat yang sudah maju dan dewasa,” katanya.

Ia meminta supaya ormas Islam menghormati proses hukum yang sudah berjalan. Biarlah Polri memproses kasus tersebut secara profesional tanpa intervensi pihak manapun, katanya.

“Kami sepakat segera dilakukan  proses hukum supaya jelas. Saksi diundang, bukti-bukti dan fakta dikumpulkan maka penyidik akan menyimpulkan ada tidaknya penistaan agama, kalau ada seperti apa sanksinya, kalau tidak ada seperti apa. Jangan berlarut- larut,” katanya. (za)

KOMENTAR