Sambut Ide MenkumHAM, BNPT Akui Penjara Jadi Kampus Cetak Kader Radikalisme

0
loading...

TERASBINTANG.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengakui selama ini penjara sudah menjadi kampus yang digunakan para tokoh radikal untuk mencetak kader. Meski dalam penjara mereka terus berupaya menyebarkan ideologinya.

Tak hanya itu, kata BNPT, mereka juga tidak mau menerima perwakilan BNPT. Karena itu, sangat sulit untuk melakukan deradikalisasi.

“Banyak ada yang tak terpantau karena ada yang dibaiat tertutup. Yang jelas Aman Abdurrahman, Santoso, Abu Bakar Baasyir, Bahrun, Abu Jandal menganjurkan semua pengikutnya untuk berbaiat dan gabung ISIS pimpinan Al Baghdadi,” kata Kepala BNPT Komjen Saud Usman di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat.

Namun demikian, BNPT terus berupaya secara intens masuk ke dalam jaringan mereka. BNPT juga terus lakukan kunjungan dan memisahkan para tokoh itu dengan napi lainnya. Karena itu, BNPT mengaku setuju dengan ide MenkumHAM agar napi teroris dipisah-pisah.

“Kita lakukan kunjungan, saat ini ada 215 napi di 47 lapas di 13 provinsi kita kunjungi terus. (Tapi) ini ada yang radikal dan menolak untuk ditemui,” jelasnya. (SUM)

loading...