Sebar Fitnah dan Provokasi SARA, Ulin Ni’am Yusron Dipolisikan

0

TERASBINTANG.com – AWOD, S.H. sebuah kantor advokat pada Kantor Bantuan Hukum Bulan Bintang (KBH BB) Kota Surakarta, beserta dengan beberapa anggota KBH BB, Agus Margono, Zaki Mubaroq, Agus Sujiwo, Tri Sapto Pamungkas, S.Sos, Pardiyono dan Widi Nugroho mendatangi Mapolres Surakarta untuk melaporkan dugaan tindak pidana ujaran kebencian bernuansa SARA yang dilakukan oleh Sdr. Ulin Ni’am Yusron, melalui sebuah postingan Facebook miliknya. Pasal yang digunakan dalam pelaporan ini adalah pasal 28 ayat (2) UURI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Postingan yang berpotensi menimbulkan goncangan dan konflik horizontal tersebut masih terkait dengan Demo bela Islam yang terjadi pada tanggal 4 kemarin.

Melalui Facebook pribadinya, Ulin Ni’am Yusron memposting sebuah video yang dibubuhi tulisan provokatif tanpa dasar “MEMPERJUANGKAN AGAMA TIDAK DENGAN MENJARAH! AHOK DAN WARGA TIONGHOA HARUS DIHABISI, ITULAH POLITIK RASIS YANG MEREKA GAUNGKAN DALAM BERBAGAI AKSI, CERAMAH DAN TERBITAN MEREKA. WASPADAI 1998 SEBAGAI SEKENARIO BUSUK #INDONESIA DARURAT* tulisan ini disertai dengan _video penjarahan_ yg dilakukan oleh masyarakat, entah siapa dalam video itu. Namun tulisan ini membuat seakan-akan kejadian tersebut terjadi pada saat Demo bela Islam.

“Laporan Kami ini diterima oleh Polres Surakarta dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/649/XI/2016/JATENG/RESTA SKA. Kami berharap bisa segera diproses sebagaimana Undang – undang dan peraturan yang berlaku, agar potensi konflik yg ditimbulkan oleh pihak penebar kebencian dapat direda, hal ini juga dapat menjadikan pelajaran kepada para aktifis, khususnya aktifis dunia maya untuk lebih berhati-hati dalam berekspresi. ingat dalam kebebasan berekspresi itu terdapat hak orang lain untuk tidak dinista dengan berbagai bentuk ujaran kebencian. Boleh bebas berbicara namun hendaknya memperhatikan norma-norma hukum yang diatur dalam undang – undang.”

AWOD, SH menyayangkan tulisan tersebut muncul dari seorang mantan aktifis Solo yang kini merintis kariernya di Jakarta. “Terlebih beliau juga yang saya tahu berpengalaman dalam dunia jurnalistik, kenapa sampai membuat tulisan yang bernada ujaran kebencian (hate speech), kami tidak ada pilihan selain menyerahkan semua ke pihak berwajib, untuk mengantisipasi hal-hal yg tidak kita inginkan bersama,” katanya.

Ia berharap polisi bisa memproses kasus tersebut. (za)

KOMENTAR