Sebenarnya Fatwa MUI Mewakili Siapa?

0
loading...

TERASBINTANG.com – Peneliti Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) Mohammad Shofan bersyukur karena umat Islam tidak lagi menjadikan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai patokan maupun panduan dalam beragama. Menurutnya, pengabaian umat terhadap fatwa MUI ini adalah cermin kedewasaan umat dalam beragama secara mandiri dan tanggungjawab.

“Kita mesti bersyukur karena sebagian besar umat Islam telah mengabaikan fatwa MUI dan tidak menjadikannya sebagai panduan dalam beragama. Keengganan umat beragama untuk mengikuti fatwa MUI adalah sebuah kemajuan yang harus kita apresiasi,” kata Shofan.

Umat di kekiniannya, kata Alumni UIN Jakarta itu, semakin sadar bahwa tantangan jaman dulu dan sekarang berbeda. Umat sekarang tidak saja berhadapan dengan arus teknologi modern, tetapi juga berhadapan dengan realitas yang majemuk dengan segala kompleksitas masalahnya. 

Kesadaran tentang perubahan, kesadaran tentang fakta sosial, kesadaran tentang budaya, dan kemajemukan, yang semua itu, tentunya, tidak boleh berhenti pada kesadaran individual, tetapi pada kesadaran kolektif hingga pada kesadaran sejarah seiring dengan perkembangan isu isu mutakhir.

“Gambaran seperti inilah yang mendorong umat tidak lagi melihat segala soal secara legalistik, dan ego-sentris,” katanya.

Nah, kalau fatwa MUI sudah diabaikan umat Islam. Maka pertanyaan yang relevan buat MUI, kata Sofan, sebanarnya banyaknya jumlah fatwa yang selama ini “ditelorkan” MUI mewakili siapa, mengingat umat Islam sudah semakin sadar akan perbedaan dan kemajemukan Indonesia?

“Jika fatwa MUI tidak lagi mewakili umat, lalu mewakili siapa?,” pungkasnya.

Seperti diketahui, MUI baru-baru ini mengeluarkan fatwa tentang larangan penggunaan atribut natal. Fatwa ini pun menuai banyak kontroversi. Sebagian menilai, fatwa tersebut dapat memicu ketegangan antar umat beragama di Indonesia.

Untungnya, umat Islam di Indonesia sudah terbilang dewasa dalam pemahaman keagamaannya. Sehingga, sangat sulit terjebak dalam doktrin MUI yang sengat remeh temeh itu.

loading...