Sebut Pembubaran Kebaktian Natal Perkara Kecil, Netizen Kecam Aher

0
loading...

TERASBINTANG.com – Kasus intoleransi di Indonesia masih terus terjadi. Kasus yang paling terakhir adalah adanya pembubaran paksa acara Kebaktian kebangunan Rohani (KKR) Natal di Gedung Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12/2016) malam, oleh segerombolan orang tak beradab yang mengatasnamakan diri sebagai Pengawal Ahlus Sunnah (PAS).

Sejumlah pihak mengecam kasus pembubaran acara kebaktian tersebut. Mereka menilai hal semacam itu harusnya tidak terjadi. Semua pihak harus menghormati perbedaan.

Mereka menuntut penegak hukum untuk menidak tegas para pelaku intoleran. Karena jika dibiarkan, bukan tidak mustahil Indonesia akan menjadi seperti Timur Tengah, perang saudara.

Namun, berbeda dengan kebanyakan orang yang mengecam, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan justru menganggap perkara intoleransi merupakan hal sepele yang tidak perlu dibesar-besarkan.

“itu kan kejadian kecil yang tidak mengganggu apa-apa saya kira,” ujar politikus PKS ini kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Komentar Aher yang menyepelekan perkara intoleransi ini langsung menuai kecaman dari netizen. Bahkan, kata kunci ‘Perkara Kecil’ di Twitter menjadi trending topic.

“Apa jadinya kalau ibadah umat islam diganggu spt kejadian kmrn di bandung? Masih berani bilang perkara kecil? #kualitasgubernurjabar,” tulis seorang netizen.

Netizen lain memberikan sindiran bahwa peristiwa pembubaran kebaktian memang perkara kecil mengingat Jabar merupakan daerah paling intoleran di Indonesia. “Kalau dibandingin rekor Jabar sebagai juara bertahan paling intoleran, kejadian Sabuga kemarin emang perkara kecil, ya Pak Aher ya,” cuit seorang netizen.

“Kalau urusan membubarkan ibadah orang lain aja dibilang perkara kecil, jangan heran membunuh non-muslim adalah jihad biasa. Bangke,” cuit netizen lainnya.

loading...