Sebut TKI Pengemis, Fahri Hamzah Dinilai Hina Dapilnya Sendiri

0
loading...

TERASBINTANG.com – Kicauan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang menyebut anak bangsa menjadi babu dan mengemis di luar negeri terus menjadi sorotan. Bahkan, Fahri dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait kicauannya tersebut oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perlindungan Buruh Migran.

Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah yang tergabung dalam koalisi tersebut menilai istilah babu sudah tidak lagi relevan dengan konsepsi perburuhan karena lekat dengan konsepsi perbudakan. Istilah itu juga sudah lama dihapus dalam kamus perburuhan.

“Jadi itu bagi kami menyakiti buruh migran yang selama ini mereka bekerja secara martabat. Disebut pembantu saja tidak boleh, apalagi babu,” kata Anis di Senayan, Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Istilah “mengemis” juga sudah tidak pantas disampaikan untuk para buruh migran. Mereka bekerja banting tulang bukan mengemis atau meminta-minta.

Pernyataan Fahri itu juga dinilai telah menghina daerah pemilihan Fahri sendiri, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, mayoritas warga tersebut adalah buruh migran di berbagai negara tujuan.

“Artinya dengan menyebut mereka seperti itu sama saja menyebut pemilihnya sebagai pengemis juga,” kata dia.

loading...