Sentimen Agama menguat, GP Ansor Ingatkan Perjuangan Meraih Kemerdekaan

0
loading...

TERASBINTANG.com — Sentimen agama di Indonesia menguat dan menjadi gelompang liar setelah Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis publik melakukan penistaan agama. Sentimen agama semakin mengeras atas adanya fatwa MUI tentang penistaan agama oleh Ahok.

Telah cukup reda isu ini, MUI lagi-lagi melempar fatwa haram menggunakan atribut natal. Fatwa tersebut memang baik untuk menunjukkan bahwa toleransi tidak harus menggunakan atribut dan identitas agama lain. Akan tetapi fatwa MUI dinilai kurang tetap digelindingkan fatwa itu sekarang.

Pasalnya, sentimen agama sangat kuat sejak video pidato Ahok dijadiin polemik dan heboh. Fatwa MUI tentang haramnya menggunakan atribut natal akhirnya membawa konsekuensi besar. Sejumlah ormas keagamaan merasa memiliki kebenaran untuk melakukan aksi sweeping. Di beberapa daerah, sweeping oleh kelompok berjubah menjadi tak terhindarkan seperti di Solo, Bekasi dan beberapa daerah lain.

Untungnya GP Ansor memberikan perspektif berbeda akan pentingnya persaudaraan sesama anak bangsa. Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan negara harus besikap tegas terhadap kelompok-kelompok intoleran yang rajin main hakim sendiri.

“Negara tidak boleh kalah oleh kelompok-kelompok yang memaksakan kehendak di luar koridor hukum,” kata Yaqut Cholil Qoumas dalam meme yang menjadi viral di sosial media.

Dia meminta oknum-oknum yang sengaja memanfaatkan keuntungan di balik isu sentimen agama menghentikan perbuatannya. Dia meminta persatuan dan kesatuan sesama anak yang dikedepankan. Seperti halnya semua agama, etnis, dan golongan bersatu ketika melawan penjajahan dan berjuang bersama meraih kemerdekaan.

“Umat Islam, Kristen, Katolik dan agama lain yang ada di INDONESIA bersama-sama memerdekakan negeri ini. Semua berhak hidup dan mengekspresikan keberagamaanya. Yang harus dijaga adalah sikap toleran dan saling menghargai,” katanya.

loading...