Seperti Tersangka Lainnya, KPK: RJ Lino Mengada-ada dan Bohong

0
loading...

TERASBINTANG.com – Sudah menjadi tren bahwa para tersangka korupsi selalu membuat dalil yang dinilai bisa membuatnya lepas dari jerat KPK.

Demikian juga tersangka korupsi pengadaan quay container crane (QCC) 2010 mantan Dirut Pelindo II RJ Lino. Menurut KPK, dalil RJ Lino dalam praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hanya mengada-ada.

Tak hanya itu, KPK membantah menetapkan Lino sebagai tersangka tanpa terlebih dahulu memeriksa mantan bos perusahaan plat merah tersebut. Artinya, RJ Lino berbohong kalau mengaku tak pernah diperiksa sebelumnya.

“Penetapan tersangka atas nama pemohon (RJ Lino) telah didahului pemeriksaan pemohon,” kata Kepala Biro Hukum KPK Setiadi dalam persidangan di PN Jaksel, Selasa (19/1).

Selain itu, menurut Setiadi, pemohon telah keliru membaca serta memaknai putusan Mahkamah Konstitusi yang dijadikan dasar dalil permohonan. Karenanya, alasan itu tidak dapat diterima dan harus dikesampingkan.

Biro Hukum KPK meminta kubu RJ Lino untuk memahami kembali putusan MK No. 21/PUU-XII/2014, tanggal 28 April 2015, agar tidak keliru memaknainya. Selain itu, dalam hukum pidana, tidak dikenal adanya calon tersangka, sehingga tidak mungkin penyelidik atau penyidik membuat BAP calon tersangka.

Pemohon  hanya mengacu pada beberapa ketentuan KUHAP, yakni pasal 1 angka 14 dan pasal 1 angka 2 yang merupakan kegagalan pemohon dalam memahami sistem hukum acara pidana yang berlaku.

“Serta melupakan asas umum dan hukum lex specialis derogat legi generalis,” kata Nur Chusniah dari Biro Hukum KPK. (SUM)

loading...