Sering Bikin Fatwa Destruktif, Goenawan Muhammad Ragu MUI Mampu Menyejukkan Umat

0
loading...

TERASBINTANG.cpm – Budayawan Goenawan Mohamad meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tidak menganggap dirinya merasa sebagai lembaga paling benar dalam menentukan arah pemahaman agama umat Islam. Sebab, menurutnya, Islam tak pernah mengenal kasta. Semua elemen dalam Islam punya posisi yang sama di hadapan Allah.

Sindiran ini disampaikan Goenawan melalui akun Twitter pribadinya @gm_gm. “Semoga MUI lebih rendah hati. Dengan seluruh ilmunya, ulama bukan kasta tertinggi. Setahu saya Islam tak kenal kelas Padri dan brahmana,” tulis Goenawan.

Goenawan juga menyoal anggapan sebagian orang bahwa umat Islam harus mengikuti MUI dan FPI. “Apakah Indonesia didirikan hanya untuk beri tempat istimewa orang Islam? Dan apakah “Islam” berarti ikut MUI dan FPI?” tanya @gm_gm.

Pendiri Majalah Tempo itu ragu bahwa dengan sikapnya yang terkesan arogan, MUI mampu membawakan Islam yang sejuk dan menentramkan. Ia lebih nyaman dengan pemikiran Islam yang hidup dan damai seperti dibawa Gus Dur, Nurcholish Majid dan Mustofa Bisri.

Seperti diketahui, MUI belakangan banyak mengeluarkan fatwa yang sama sekali tidak produktif, bahkan cenderung berbahaya bagi keberagaman Indonesia. Fatwa MUI soal penistaan agama, misalnya, malah membuat umat islam bikin demo berjilid-jilid. Kini, fatwa MUI juga diiringi oleh sweeping ormas-ormas radikal, seperti FPI.

Bukan hanya kali ini saja fatwa MUI bikin gaduh dan meresahkan warga. Dulu pernah membuat fatwa tentang kelompok Ahmadiyah. Fatwa ini pun membuat sejumlah ormas melakukan diskriminasi terhadap kelompok Ahmadiyah.o

loading...