Seruan Kudeta dan Kembali ke UUD 45 Asli Dinilai Ngaco dan Ngawur

0

TERASBINTANG.com – Mantan Menko EKUIN Kwik Kian Gie menyarankan agar Presiden sah yang dipilih secara demokratis saat ini, yakni Presiden Jokowi, dikudeta dan ditumbangkan. Alasannya, karena kondisi bangsa saat ini sudah semakin liberal.

Tak hanya itu, ia juga mengusulkan agar Indonesia kembali mengacu kepada naskah UUD 1945 yang asli dan belum dilakukan amandemen sama sekali.

Pengamat politik Indonesia Democracy Network (IDN) Agung Sholihin menilai, apa yang diusulkan Kwit Kian Gie di atas tak lebih dari mimpi ngawur. Menurutnya, bagaimana mungkin bangsa ini kembali kepada UUD asli, setelah melalui beberapa kali mengalami perbaikan dan perubahan ke arah yang jauh lebih baik dan demokratis. Menurut Agung, mengajak kembali kepada UUD 45 sama seperti sedang kembali kepada rezim tiran.

Menurutnya, UUD 45 banyak mengandung distorsi kenegaraan dan cenderung mengarah kepada kekuasaan yang ototitarian.

“Fakta sejarah mengatakan bahwa UUD 45 itu bukan baik belaka. Siapapun yang berkuasa dan berpedoman pada UUD asli cenderung represif dan toriter. Itu fakta. ,” katanya.

Di sisi lain, UUD 45 secara implisit memang membuka ruang untuk dilakukan amandemen yang tepat untuk kondisi zamannya. Jalur perubahan itu tampak dalam pasal 37 diberi cara mengubah UUD 1945, dan di dalam Aturan Tambahan diperintahkan agar MPR membicarakan dan menetapkan UUD yang tepat untuk Indonesia.

“Jadi UUD 45 itu bukan benda mati yang anti utak-atik. Kalau hari ini ada yang mengusulkan kembali kepada UUD 45 asli, itu namanya gak paham UUD-nya sendiri. UUDnya sendiri membuka perubahan kok. Ini malah anti,” katanya.

Apalagi, perubahan atau amandemen terhadap UUD 45 merupakan amanat reformasi yang harus dihargai. “Rakyat ingin perubahan. Jangan sekali-kali berhalusinasi dengan masa lalu,” katanya.

Selain itu, Agung juga menyorot usulan kudeta oleh Kwik. Menurutnya, usulan tersebut sangat tidak etis, terlebih muncul dari mulut seorang tokoh dan bekas pejabat penting negeri. Pasalnya, Jokowi adalah Presiden yang dipilih melalui prosedur demokrasi yang benar. Apalagi Indonesia adalah negara demokratis ketiga terbesar di dunia, sudah barang tentu sangat aneh bila watak tumbang-menumbangkan masih tumbuh.

“Demokrasi ini adalah hasil perjuangan berdarah bangsa ini. Hingga kita hari ini bisa menikmatinya. Aneh kalau ada yang mengusulkan kudeta Presiden yang sah,” katanya. (za)

KOMENTAR