Siapa Sebenarnya Bachtiar Nasir?

0
loading...

TERASBINTANG.com – Kemarin, Twitter diramaikan dengan hastag #UsutBachtiarNasir. Ustad Bachtiar Nasir yang namanya melejit setelah terbentuknya GNPF MUI untuk mengawal kasus penistaan agama oleh Ahok, kini namanya makin melambung disebabkan  dugaan atas kasus keterliban Ustad Bachtiar Nasir dengan kelompok teroris di Suriah.

IHR, sebuah lembaga amal untuk kemanusian yang dipimpin olehnya, diduga kuat terhubung dengan kelompok pemberontak Suriah. Klarifikasi yang dikeluarkan pihak IHR untuk menepis sangkaan bahwa mereka tidak terlibat jaringan teroris ISIS juga malah membuktikan keterlibatan mereka. Silahkan baca tulisan saya tentang ini.

Melihat suara netizen yang besar dengan memunculkan hastag #UsutBachtiarNasir, saya jadi ingin tahu lebih banyak lagi, siapa sebenarnya Ustad Bachtiar Nasir ini. Apa pandangannya tentang NKRI? Ini penting. Sebab, pandangannya tentang NKRI akan menentukan IHR yang dipimpinnya berpihak kemana. Apakah berpihak ke rakyat Suriah? Atau berpihak kepada pemberontak Suriah?

Pada tahun 2014, menjelang Pilpres tahun itu. Melalui akun twitternya Ustad Bachtiar Nasir pernah mencuit, “Jokowi emang hebat, di Solo mewariskan pemimpin KAFIR, di Jakarta jg mewariskan pemimin KAFIR. Selangkah lagi akan KAFIR kan Indonesia.”

Ustad satu ini memang tak jauh beda dengan kelompok sapi-sapian dan ikhwan secinkrangannya. Mereka punya hobinya yang sama, suka mengkafirkan. Karena saking hobinya untuk mencap orang sebagai “kafir”, biasa jadi, bersinnya pun spontan mengatakan “kafir ente”.

Mencap orang kafir sudah dianggap amal saleh oleh kaum takfiri. Mengapa? Karena kavling-kavling surga sudah mereka beli. Predikat mukmin dan penghuni surga adalah hak paten mereka. Kalau mau mendapatkannya, ya.. harus ikut kelompok ini.

Dan konsep kafir yang mereka buat telah berkembang jauh, melampaui konsep kafir yang diajarkan oleh Quran. Kekafiran telah berevolusi secara masif dan signifikan, hingga menembus sendi-sendi yang paling mendasar dalam hidup, contohnya makan-minum. Sebab, saat anda meminum Equil dan memakan Sari Roti pun sudah “auto-kafir” lah anda.

Tradisi mengkafir-kafirkan adalah ancaman bagi NKRI. Sebab, melaui konsep tersebut, rakyat Indonesia dipecah belah ke dalam dua kelompok, mukmin dan kafir. Ini adalah ancaman yang serius bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Bagaimana tidak, pahlawanpun mereka kafirkan. Apalagi anda yang masih bernafas di dunia.

Dalam sebuah ceramahnya yang sempat diunggah di youtube, Ustad Bachtiar Nasir menjelaskan, “Tahun 2025 menurut ilmu futuristic mereka (Amerika), tidak bisa tidak, khilafat islami akan berdiri pada tahun 2025. Tapi mereka tidak tahu bakal ada dimana? Menurut statistik, politik, militer mereka menunjukkan umat islam akan mengkrucut.”

Saya baru tahu ada ilmu futuristik. Apa itu seperti Mama Loren gitu? Mengapa Ustad Bachtiar Nasir harus bawa-bawa “ilmu nujum” yang dipaksakan untuk jualan khilafah? Dan, 2025, katanya khilafah akan berdiri. Dimana umat islam seluruh dunia akan mengkrucut. Berarti menjadi satu umat? Ini ustad atau dukun?

Masa, dalam jangka waktu sepuluh tahun umat islam dapat disatukan menjadi satu umat di bawah bendera khilafat? Ini ngaco namanya. Bagaimana caranya khilafat dapat menembus sekat-sekat konsep negera-bangsa. Kalau khilafat yang ditawarkan kepada umat masih berbentuk “daulah islamiyyah” model ISIS, ndak akan berkembang, bahkan hingga beratus-ratus tahun sekalipun.

Kecuali. Khilafat yang ditawarkan adalah khilafat spiritual kayak Ahmadiyah. Yang mampu menembus sekat-sekat bangsa, negara, bahasa dan budaya. Khilafat Ahmadiyah sudah berdiri 100 tahun lebih yang tersebar di 200 negara dunia. Kaum pengkhayal khilafat hanya bisa berwacana sambil membawa konsep-konsep “perdukunan” demi jualan khilafahnya laris manis.

Konsep perdukunan lainnya yang dijelaskan Ustad Bachtiar Nasir dalam ceramahnya, “Apa yang dilakukan CIA hampir mirip temuannya dengan Rusia saat ini lewat KGB menemukan bahwa tahun 2020, akan lahir sebuah peradaban baru, yang terbentang dari sebelah timur China sampai sebelah barat samudera Atlantik. Peradaban baru itu bernama khilafah islamiyyah.”

Data ini diambil dari mana? Pentingkah Amerika dan Rusia melihat kebangkitan khilafah ala ISIS? Bukankah ISIS dibentuk oleh Amerika? Masa khilafat lahir dari tangan kafir barat? Bukankah ayat tentang khilafat dalam Quran menerangkan bahwa Allah sendirilah yang menciptakannya? Ini Ustad ngomong di atas mimbar pakai ayat atau ramalan zodiak?

Ada satu bagian dari ceramahnya yang jelas-jelas menunjukkan keberpihakannya dengan ISIS, “Kalau ada istilah Islamic state, nyenengin atau nyereminNyenengin atau nyeremin?” tanyanya kepada jamaah. Jamaah menjawab, “Nyenengin.”

“Kalau ada bendera hitam, dan disitu ada cap suci Rasulullah saw. Nyenengin atau nyeremin?” tanyanya lagi, dengan jawaban dari jamaah, “Nyenengin.”

Dari ceramahnya ini, jelas-jelas Ustad Bachtiar Nasir mendukung teori khilafah islamiyyah ala ISIS. Ini adalah ancaman bagi NKRI dan Pancasila yang selama ini melindungi keragaman yang telah hidup sejak dulu dalam kehidupan bangsa kita. Kita lihat sendiri bagaimana ISIS bekerja dengan darah dan air mata. Menghabisi segala macam bentuk kekufuran. Tidak ada manusia yang merasa aman hidup di tengah-tengah mereka kecuali mereka yang kegilaannya sama dengan ISIS.

Dari analisis terhadap pendangannya tentang NKRI dan sikapnya terhadap kebangkitan khilafah islamiyyah dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa “wajar” kalau IHR membantu para teroris Suriah. Sebab ISIS bagi Ustad Bachtiar Nasir itu “nyenengin” bukan “nyeremin”.

Muhammad Nurdin

Sumber: Seword.com

loading...