Sibuk Lempar Fatwa Berbau Politik dan Destruktif, MUI Jadi Sorotan

0
loading...

TERASBINTANG.com – Keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai ormas keagamaan kembali dipertanyakan banyak pihak. Hal ini karena fatwa-fatwa yang dikeluarkannya saat ini selalu tendensius ke arah politik dan mengoyak keberagaman Indonesia.

Hal ini disampaikan Ketua Setara Institute Hendardi di Jakarta, Senin (19/12). Menurutnya, fatwa-fatwa yang dikeluarkan MUI belakangan ini sama sekali tidak mencerminkan posisi MUI sebagai ormas Islam yang seharusnya memberikan kesejukan dalam keragaman Indonesia.

“MUI lebih gemar berpolitik dalam bentuk menebarkan pengaruh politik di ruang publik dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti fatwa penyesatan golongan tertentu yang kemudian memaksa negara untuk turut serta menyesatkan kelompok tertentu sebagaimana kehendak MUI,” ujar Hendardi

Contoh lain yang tak kalah mengerikan dari fatwa MUI adalah fatwa mengeni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hingga atribut natal.

Fatwa ini, kata Hendardi, dikeluarkan untuk memberikan pengaruh politik di ruang publik, dengan benefit politik berbentuk penguatan supremasi paham keagamaan di ruang publik.

“Patut diingat, bahwa MUI adalah organisasi masyarakat yang sama seperti NU, Muhammadiyah, Kontras, LBH dan lain-lain yang hanya mempunyai mandat sesuai tujuan pembentukan ormas tersebut,” tandas dia.

Satu hal yang tak pernah dihitung oleh MUI dalam mengeluarkan fatwa adalah dampak sosialnya yang terkadang justru sangat destruktif, terutama untuk kerukunan umat beragama.

loading...