Simbol Toleransi, Masjid dan Gereja Satu Halaman

0
loading...

TERASBINTANG.com — Toleransi kehidupan beragama di Indonesia sejak dulu terawat dengan sangat baik. Salah satu buktinya, di Kampung Buyat Pante, Dusun 5, Desa Ratatotok Timur, Kecamatan Ratatok, Minahasa Tenggara, berdiri masjid dan gereja dalam satu halaman.

Bangunan masjid dan gereja tersebut nyaris berhimpitan. Kubah Masjid An-Namira berhadapan dengan menara Gereja GMIM Jemaat Lakban. Hal itu tersirat sebuah pesan kuat tentang kerukunan antar dua pemeluk agama. Masjid dan gereja tersebut menjadi pemersatu umat Islam dan kristen yang dianut mayoritas masyarakat di sana.

“Kedua bangunan itu sombol keurukunan dan toleransi. Saya tak pernah melihat adanya gesekan horizontal atau hal lain di kedua pemeluk agama,” ujar kata salah satu warga di sana.

Membangun dua rumah ibadah di satu halaman memang bukan perkara mudah. Namun hal itu terwujud di Kampung Buyat Pante. Untuk sampai ke sana, dari Manado kota, kurang lebih memerlukan waktu 2 jam.

Namun belakangan, keharmonisan semacam ini dicabik-cabik oleh kelompok intoleran yang mengaku membela hukum. Entah hukum mana yang meraka bela.

loading...