Soal Ancaman Gulirkan Demo Bela Islam III, MUI Cuci Tangan?

0

TERASBINTANG.com – Kegaduhan politik tanah air muncul ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sejak saat itulah, muncul gerakan nasional pengawal fatwa MUI yang dikonsolidasi oleh Front Pembela Islam, Bakhtiar Nasir, dan konco-konconya. Puncaknya, ledakan demo 411 yang cukup mencemaskan itu.

Meski massa ini mengklaim membela Islam, namun praktiknya, demo tersebut justru semakin menegaskan adanya kepentingan politik tertentu. Selain karena suara yang muncul dalam demo adalah penggulingan Presiden Jokowi, juga karena munculnya sejumlah politikus papan atas dari parpol oposisi yang turut menunggangi demo tersebut. Apalagi, jika benar mereka hanya menginginkan Ahok diproses hukum, seharusnya tuntutan mereka sudah selesai, karena jauh sebelum demo, Polri sudah memproses kasus ini tanpa dipaksa-paksa pihak mana pun.

Kini setelah Ahok diproses hukum, bahkan ditetapkan sebagai tersangka, GNPF MUI ini masih terus ngotot menggelar demo dengan jumlah yang lebih besar. Entah untuk tujuan apa lagi. Bukankah ini justru semakin membuktikan adaya hajat politik besar yang sedang mereka pikul, bukan murni urusan bela-bela agama?

Nah, di saat kondisi sudah sedemikian buruk seperti ini, umat Islam cenderung memaksakan kehendak dan main hakim sendiri tanpa keadaban, lalu ke mana MUI? Bagaimana MUI merespon dampak negatif fatwa soal penistaan agama itu?

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Amirsyah Tambunan berkomentar santai saat dihubungi. Menurutnya, MUI hanya mengeluarkan fatwa, soal dampak sosial politiknya, itu sudah menjadi domain masyarakat. Bukan lagi urusan MUI.

“Tapi posisi MUI dari awal memang tidak ada kaitannya. Demo itu kan keinginan masyarakat, itu kan kehendak konstitusional. Kalau mau demo ya demo aja,” kata Amirsyah saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (19/11).

Menurut Amirsyah, demo adalah kehendak masyarakat yang tidak bisa dilarang-larang. Apalagi, katanya, MUI memang tidak ada kaitannya dengan demo. “Mengawal fatwa MUI, kan gitu bahasanya. MUI sendiri tidak terlibat dalam demo itu,” katanya.

Soal isu larangan demo yang dikeluarkan oleh Ketua MUI, Ma’ruf Amin, Amir mengatakan bahwa apa yang dinyatakan Ma’ruf bukanlah larangan, tetapi sebatas himbauan agar umat Islam tidak demo.

“Melarang sih tidak, karena itu kan kehendak konstitusional. tapi klo kiai bilang gitu ya mau gimana lagi kita,” katanya sambil tertawa lebar. (za)

KOMENTAR