Soal Demo Bela Islam III, Panglima TNI: Itu Pasti Sekedar Mau Bikin Kacau, Pecah-belah Bangsa

0

TERASBINTANG.com – Hasutan, caci-maki, adu domba yang begitu marak di sosial media saat ini ternyata tidak luput dari perhatian Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Menurut Gatot, provokasi semacam itu sangat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dia pun mengajak agar selalu ingat akan sejarah perjuangan bangsa serta cegah hasutan hingga adu domba.

“Mari kembali ingat sejarah, cegah hasutan, provokasi, dan adu domba!” seru Gatot saat memberi kuliah umum di Balai Sidang UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Pasca penetapan Ahok sebagai tersangka, seharusnya publik kembali tenang, karena buktinya hukum berjalan independen, tanpa intervensi oleh pihak mana pun. Menurut Gatot, jika setelah ini masih ada lanjutan demo, maka pasti gerakan tersebut tidaklah murni demi penegakan hukum dan NKRI, apalagi bela Islam, tetapi sudah ada campur tangan luar untuk membuat kekacauan dan memecah belah NKRI dan akhirnya konsep membagi wilayah Indonesia akan terwujud.

“Tetapi apabila ada demo lagi, temanya sudah bukan ini, apalagi sekarang (Ahok sudah tersangka. (Bila ada demo lagi maka temanya pastilah) Gulingkan RI 1, pasti itu unsur-unsur dari luar yang akan membuat kekacauan dan memecah-belah NKRI dan akhirnya konsep membagi wilayah Indonesia akan terwujud,” ujar Gatot.

“Bagaimana cara mengatasinya? Seperti yang saya katakan tadi, sumpah pemuda melahirkan Bhinneka Tunggal Ika. Kalau lihat patungnya Garuda Pancasila, itu mencengkeram keras Bhinneka Tunggal Ika, karena Bhinneka Tunggal Ika kita bisa merdeka,” tegas Gatot.

Dengan senjata apa adanya, bambu runcing melawan senjata modern, para pejuang bisa mengusir penjajah. Menurut Gatot, Bhinneka Tunggal Ika adalah pusat gravitasi pemersatu bangsa.

“Bila tidak ada Islam, Kristen, Hindu, Buddha, bila tidak ada kepercayaan, itu bukan Indonesia. Itulah sebenarnya Indonesia,” bebernya.

KOMENTAR