Soal Mutilasi Anak Oleh Seorang Polisi, Kriminolog: Jangan Salahkan Proses Rekrutmen

0

TERASBINTANG.com – Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Yogo Tri Hendiarto menilai tidak ada yang salah dalam proses perekrutan anggota polisi.

Hal itu dikatakan Yogo terkait dengan kasus mutilasi dua orang anak yang dilakukan oleh seorang polisi berpangkat brigadir.

“Tidak ada yang salah dengan rekrutmennya. Cuma, setelah direkrut, bagaiamana pengawasan, evalusi kesehatan jiwanya, seperti medical check up misal setahun sekali,” katanya Yogo. Sabtu, (27/2/2016).

Menurut Yogo, jika anggota TNI/Polri mengalami gangguan kesehatan jiwa, misalnya stres, maka dapat diantisipasi dengan penanganan lebih dini. Sebab, ia berujar, penanganan tingkat stres berbeda-beda, mulai dari ringan, sedang dan berat.

“Fungsi lembaga itu penting dalam menjaga kesehatan jiwa tadi. Apakah ada terapinya, bagaimana perasaan polisi, itulah awal dari penyakit tadi,” ujarnya.

Sehingga, menurutnya, ada konsultasi maupun medical check up terhadap anggota institusi TNI/Polri. Jangan sampai, peristiwa memilukan yang dilakukan anggota TNI/Polri terulang kembali.

Sebelumnya, anggota Polres Melawi, Brigadir Petrus Bakus, tega memutilasi dua anaknya sendiri, Febian (5) dan Amora (3) di rumahnya. Peristiwa sadis tersebut terjadi pada Kamis (25/2) sekitar pukul 24.00 WIB di Asrama Polres Melawi, Kalimantan Barat.

KOMENTAR