Soal Polisi yang Mutilasi 2 Anaknya, Kapolri: Saat Masuk Polisi yang Bersangkutan Tak Terdeteksi

0
Menhub Ignasius Jonan (tengah) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kanan) dan Plt Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti (kiri) sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/1). Sidang kabinet tersebut membahas RAPBNP Tahun 2015. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/ama/15.

TERASBINTANG.com — Kapolri Jenderal Badrodin Haiti angkat bicara soal kasus mutilasi (terhadap dua anaknya sendiri) yang dilakukan oleh anggota polisi, Brigadir Petrus Bakus, di rumahnya pada Jum’at (26/2/2016) dini hari.

Menurut Badrodin Haiti berdasarkan informasi yang berhasil dihimpunnya, anggota Polres Malawi, Kalimantan Barat tersebut ternyata sudah mengalami gangguan Jiwa sejak masih kecil. Sayangnya hal itu tidak terdeteksi ketika yang bersangkutan mendaftar anggota kepolisian.

“Memang yang bersangkutan ini sejak umur 4 tahun ini sudah sering mengalami semacam kesurupan. Itu tidak terdeteksi pada saat masuk polisi,” kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Kerasukan dialami Brigadir Petrus Bakus diduga karena yang bersangkutan menderita penyakit  Schizophrenia. Jika mengalami penyakit ini, si penderita mendengar bisikan suara gaib.

Di luar dugaan, Brigadir Petrus membunuh dua anaknya yang masih kecil yang masing-masing bernama Febian (5 tahun) dan Amora (3 tahun). Usai dibunuh, Febian dan Amora dipotong-potong bagian lengan dan kakinya.

(wa)

KOMENTAR

loading...