Soal RUU Kamnas dan Revisi UU TNI, Komnas HAM: TNI Bidang Pertahanan, Polisi Bidang Keamanan

0
loading...

TERASBINTANG.com — Salah satu aturan perundang-undangan yang rencananya akan digodok di DPR adalah soal RUU Kamnas dan Revisi UU TNI. Keduanya mendapat perhatian publik karena dikhawatirkan TNI bisa ikut andil melakukan pengamanan.

Jika hal ini terjadi maka kebesaran dan demokrasi yang sudah cukup kondusif pasca reformasi sampai saat ini dikhawatirkan akan kembali hilang.

Komnas HAM sampai sekarang masih terus mempelajari RUU Kamnas dan revisi UU TNI. Lembaga yang berfokus pada isu pembelaan hak asasi manusia tersebut belum sampai pada kesimpulan mendukung atau menolak.

Tapi yang jelas kemajuan yang dihasilkan dari reformasi seperti kebebasan berserikat, kebebasan pers, dan demokrasi, sejatinya harus dipertahankan.

“Kalau komnas HAM itu ya, pokoknya TNI bertanggungjawab soal pertahanan dan polisi bertanggungjawab soal keamanan. Lalu kita usahakan penguatan TNI sebagai fungsi di dalam bidang pertahanan dan kita tekankan bahwa polisi melakukan penguatan di bidang keamanan. Malah itu justru yang perlu dilaksanakan,” kata Wakil Ketua Komnas HAM, Roichatul Aswidah, kepada Terasbintang.com.

Kalau pun RUU Kamnas dan revisi UU TNI akan disahkan, lanjut Roichatul Aswidah, peran kepolisian di bidang pengamanan dan TNI dalam hal pertahanan justru harus diperkuat.  Bukan malah mencampur-adukkan.

“Pokoknya Komnas HAM dalam hal ini berkomitmen mau melaksanakan komitmen reformasi. Komitmen reformasi itu antara lain adalah reformasi TNI-Polri, polisi untuk keamanan, TNI untuk pertahanan. Mari kita laksanakan. Kalau tidak ya kembali ke sebelum reformasi lagi,” tegas Roichatul Aswidah,

Namun jika pada perkembangannya nanti RUU Kamnas dan revisi UU TNI malah melawan komitmen reformasi yang memberi pemisahan tegas antara TNI dan Polri, Komnas HAM siap melakukan perlawanan.

“Kalau perbaikannya itu tidak sesuai dengan rel reformasi bahwa TNI pada pertahanan dan polisi pada keamanan, maka saya tidak setuju. Kan begitu komitmen reformasi,” tandasnya. (wa)

loading...