Sosialisasi Empat Pilar, Muzani Kritik Jokowi

0

TERASBINTANG.com– Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani melakukan sosialisasi empat pilar dengan Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) di DPD wilayah Jakarta Selatan, Jl. Nusa Indah, Cipete, Jakarta Selatan. Muzani dalam kesempatan itu menjelaskan satu persatu terkait empat pilar. Pertama Muzani menjelaskan terkait Pancasila.

“Pancasila yang kita tetapkan adalah Pancasila yang dietapkan PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Jadi perumusan Pancasila rumusan 18 Agustus, tapi kata Pancasila pertama kali diucapkan Bung Karno pada 1 Juni dalal sidang BPUPKI. Mana yang sahih, dua-duanya benar, tapi pemerintah tetapkan 1 Juni,” kata Muzani dikutip dari Inilah, Sabtu (2/6/2018).

Pancasila dasar negara lanjut Muzani, adalah final bagi bangsa Indonesia. Dalam Pancasila kata dia, agama hidup, pemikiran agam di bolehkan, kemanusian dihargai, kemanusiaan di angkat tinggi-tinggi, hak azasi dijunjung tinggi, persatuan dijaga, musywarah mufakat harus diambil sebagai cara mengambil keputusan.

“Dalam Pancasila keadilan sosial dijaga harus kita utamakan. Itulah Pancasila,” ujarnya.

Kemudian Muzani menjelaskan tentang UUD 1945. UUD 1945 telah diamandemen sebanyak 4 kali. Salah satu yang diamandemen yaitu terkait dihapuskannya Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu menyatakan, GBHN saat ini adalah janji kampanye seorang Calon Presiden. Dalam hal ini lah, Muzani menyampaikan, bahwa rakyat menagih janji Presiden Jokowi saat Pilpres 2014 lalu.

“Dulu ada GBHN, sekarang tidak ada lagi. GBHn sekarang kampanye presiden. Begitu Jokowi jadi Presiden, yang jadi orogram apa yanh dikampanyekan pak Jokowi. Misal pak Jokowi janji pada desa, dana pembangunan desa Rp1.4 miliar dan sekarang ditagih desa, mana janjimu Rp1.4 miliar per desa, karena sampai saat ini baru Rp1 miliar,” tutur Muzani.

Kemudian janji lainnya terkait pertumbuhan ekonomi. “Pak Jokowi janji pertumbuhan ekonomi 7 persen, sekarang baru 5.2 persen. Maka rakyat menagih mana janjimu 7 persen pertahun. Pak Jokowi juga berjanji pegawai honorer K2 diangkat menjadi PNS, sekarang K2 belum terangkat PNS. Maka sekarang ditagih,” ujarnya.

“Pak Jokowi berjanji pembangunan tol laut, tapi tol lau tidak berjalan, jalan, tapi tidak sebagai mana direncanakan. Pak Jokowi janji, akan merekrut 10 juta pekerja baru, tapi sekarang yang masuk orang lain (tenaga kerja asing) katanya dan seterus-terusnya,” tambahnya.

Jadi lanjut Muzani, UUD 1945 saat ini, memungkinkan janji kampanye itulah program kerjanya. “Makanya jangan mudah katakan, jangan mudah janji, karena semua janji kita catat dan rekam karena itu jadi program Presiden,” katanya.

Muzani kembali melanjutkan sosialiasi mengenai Bhinneka dan NKRI. “Ketiga NKRI. NKRI adalah final. Sekarang dan selamanya kita bertekad NKRI adalah harga mati. Tidak bisa ditawar-tawar lagi. Keempat Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka keberagaman perbedaan, keanekargaman menjadi kekuatan Indonesia,” paparnya.

“Yang kumpul disini Betawi, tapi tetangga ada Jawa, Sunda, Bugis, kita ini lahir Betawi bukan keinginan saudara. Saya lahir Jawa, bukan keinginan saya. Bukan kehendak kita, itu semua kehendak dan takdir Allah. Kenapa kita sebagai Betawi, Jawa, isteri saya Sunda, terus bertentangan gara-gara ini, tidak ada tempat mempertentangkan Betawi, Sunda, Jawa, Aceh, Lampung, karena itu semua takdir Allah. Sebagai bangsa pada tahun 1928 jauh sebelum kita merdeka, para pemimpin kita sudah lahirkan Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa karena kita tau kita berbeda, justru disitu kekuatan kita,” tandasnya.

 

 

loading...