Sosmed lebih Banyak Serang Pemerintah daripada Penistaan Agama, Bukti Upaya Makar Itu Nyata?

0
Ilustrasi

TERASBINTANG.com – Pembicaraan mengenai penistaan agama di sosial media justru tidak sedominan serangan terhadap pemerintahan yang sah, terutama pasca tanggal 5 November. Hal ini bisa jadi bukti bahwa apa yang disebut penistaan agama hanyalah alat, sedangkan tujuan mereka yang sebenarnya adalah pemerintah.

“Jadi isu yang dikembangkan tidak relevan, memang diarahkan lebih menyerang pemerintah yang sah,” ujar pakar marketing media sosial Eddy Yansen, dikutip dari Rimanews.com, hari ini.

Peralihan topik pembicaraan itu, kata Eddy, terlihat berdasarkan riset yang dilakukan timnya, usai demo 4 November hingga sekarang.

Tak hanya itu, media sosial, katanya juga telah digunakan oleh kelompok tertentu, seperti untuk menyerang seseorang atau kelompok lain.” “Media sosial sering digerakkan memakai buzzer,” ujar dia.

Dia berpandangan, ada akun-akun di media sosial yang dikendalikan untuk menggiring opini. “Dalam setengah hari hilang postingan,” katanya.

Sebab itu, dia setuju bila pemerintah memblokir akun-akun yang menyebarkan kebencian melalui media sosial.

KOMENTAR