Spanduk “Tolak Ahok” Beredar, Praktisi Hukum: Ini Sudah Sangat Berlebihan, Wajib Segera Diusut

0

TERASBINTANG.com – Pernyataan Ahok yang mengutip Surat Al Maidah 51 dalam cuplikan Pidatonya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu membuat umat Islam bereaksi secara berlebihan. Puncaknya, pada 4 November besök, sejumlah ormas Islam akan menggelar aksi besar-besaran. Aksi tersebut dalam rangka mendesak aparat untuk segera menangkap Ahok atas dugaan kasus pelecehan agama.

Berbagai provokasi massa menjelang gelaran demo ini terus dilakukan. Bahkan, ada spanduk besar terpampang di berbagai wilayah di DKI yang bernuansa SARA. Salah satunya di daerah Kebon Nanas bertuliskan “100% WARGA KEBON NANAS-PEDATI MENOLAK AHOK (Si Penista Agama)”.

Praktisi hukum Asal Malang Jawa Timur yang juga mantan aktivis HMI, Fathorrahman menilai, sikap yang ditunjukkan umat Islam terhadap Ahok sangatlah berlebihan dan cenderung politis, bukan murni dalam rangka membela agama. Pernyataan Ahok, katanya, hanya dipelintir sedemikian rupa seolah-olah sedang menyerang agama. “Padahal itu cuma persepsi yang dipaksakan,” katanya saat dihubungi, pagi ini (3/11).

Namun begitu, jebolan fakultas hukum Universitas Brawijaya Malang itu tak masalah dengan sejumlah kritik yang muncul, selama itu terkait dengan terkait dengan kebijakan Ahok, tapi bila sudah menyeret-nyeret ke persoalan agama, ini tidak bisa dibiarkan, katanya.

Terkait dengan munculnya spanduk provokatif di sejumlah tempat, menurut Fathorrahman, hal tersebut sangat menciderai rasa keadilan. Bisa jadi, spanduk tersebut dipakai sekedar untuk menekan politik kaum minoritas seperti Ahok, apalagi sudah jamak diketahui, sebagian umat Islam tidak suka bila Ahok yang punya beckground non-muslim menjadi Gubernur.

“Ini sudah sangat berlebihan. Sangat disayangkan. Bila terus dibiarkan, ini bisa jadi hambatan bagi perjalanan negeri,” katanya.

Sebabnya, ia meminta aparat bersikap tegas atas kejadian ini. Spanduk berukuran jumbo ini harus diusut hingga ke akar-akarnya. “Polri tak boleh tinggal diam. Harus diusut,” pungkasnya. (za)

 

 

Cendikiawan muslim yang juga politikus Partai Demokrat, Ulil Absar Abdalla, menyayangkan sikap sebagian kaum beriman yang menyerang Cagub DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan isu agama, khususnya terkait dengan pernyataan Ahok Surat Al Maidah 51.

“Kalau mau menentang Ahok, tentang komunikasinya dan kebijakan-kebijakannya yang dianggap salah, tapi bukan dengan isu agama,” kata Ulil melalui akun Twitter pribadinya @ulil.

 

KOMENTAR

loading...