Sri Bintang Pamungkas Ancam Lawan Terus Pemerintah, Ini Kata Pengamat

0
loading...

sTERASBINTANG.com – Aktivis senior Sri Bintang Pamungkas berjanji akan terus melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang sah, sebelum niatnya untuk bikin kekacauan dan menumbangkan rezim Presiden Jokowi belum berhasil dilakukan.

Ia juga mengklaim, apa yang dilakukannya selama ini bukanlah makar, melainkan langkah konstitusional, karena dia menumbangkan rezim Jokowi  melalui sidang istimewa MPR.

Pengamat politik Madjid Politika Firmansyah menilai, apa yang diklaim Sri Bintang tersebut sangat menggelikan. Pasalnya, konstitusi mengamanatkan pergantian pemerintahan secara berkala, yakni setiap lima tahunan. Di luar pergantian sebagaimana diatur dalam konstitusi adalah jalur inkonstitusional.

“Jelas ya, di luar jalur pemilu, itu inkonstitusional. Dari mana menurunkan pemerintah di tengah jalan dengan menekan-nekan MPR itu inkonstitusional. Karena UU kita mengatur pergantian Presiden itu dilakukan melalui pemilihan setiap lima tahun sekali,” katanya melalui pesan singkat kepada terasbintang.com.

Firman pun berharap siapapun yang mengancam keutuhan bangsa dan negara, penegak hukum mesti tegas. Firman menilai, apa yang dilakukan aparat dengan menangkap sejumlah aktivis yang terlibat makar sudah tepat.

“Tidak ada ruang sejengkal pun di negara ini bagi upaya inkonstitusional dalam perebutan kekuasaan.”

Itu sebabnya, bila Sri Bintang mengklaim langkahnya adalah konstitusional, maka perlu dipertanyakan pemahaman konsitusinya. Sebab, menghentikan pemerintahan yang sah di luar mekanisme pemilihan umum yang secara reguler diselenggarakan setiap lima tahun, adalah tindakan yang tidak di atur dalam konstitusi kita.

Dia juga menyayangkan sikap Sri Bintang yang tidak kooperatif terhadap pemeriksaan kasusnya. “Makar aja berani, nuntut-nuntut Presiden tunduk kepada hukum berani, ini kok gak berani kooperatif terhadap proses hukum,” katanya.

Seperti kita ketahui, sejak awal ditetapkan sebagai tersangka, Sri Bintang memang menolak di-BAP. Ia pun meminta kepada penyidik agar pemeriksaannya tidak lebih dari 5 jam.

“Saya pun tidak mau diperiksa. Pada akhir pemeriksaan ini masih ditanyakan lagi. Jadi tak usah undang saya,” ketusnya.

Selama sekitar 3,5 jam pemeriksaan, Sri Bintang menolak memberikan jawaban atas pertanyaan penyidik, terutama yang menyangkut substansi pemeriksaan. Ia mengatakan, dirinya memberikan 8 poin ke penyidik, salah satunya meminta penyidik untuk membuktikan tuduhan makar terhadapnya.

loading...