Surat Terbuka Warna Ungu untuk Jonru dari Denny Siregar

0
loading...

Dear, Jonru

Sebenarnya saya agak malu2 anjing nulis surat ini, karena siapa sih akyu dibanding kamyu yang wajahnya tersohor dari sampang sampai maumere.

Tapi orang2 banyak bilang kalau kita itu kembar identik. Saya agak protes karena saya gak suka dibilang kembaran ma sepatu bot. Tapi apa lacur, mereka terus mengatakan itu dan membanding2kan kita berdua. Yah, apa daya kaki gak sampai, gak bisa split jadinya..

Tapi terserah merekalah, ya say.. EGP, Emang Gatel Pentunge, bahasa gaulnya. Mereka mau bicara apa ajah, kita mah woles.

Saya kadang suka baca tulisanmu yang di share teman2 fb. Bagus tulisanmu. Ide2nya liar. Kritikanmu buat Jokowi tajam dan mengena. Saya sampai kagum sampe gak bisa pup 3 hari. Sungguh. Mungkin saya kurang serat.

Kalau saya agak berbeda pandangan. But its oke, saya sangat menghargai pandangan orang lain meski dia berbeda dengan saya. Buat saya, Your view adalah pandanganmu dan My view adalah pandanganku.

Cuma ada satu yang saya bingung, terutama ketika pandanganmu merendahkan kerja polisi kita yang berhasil menggagalkan teroris. Kamu malah bicara dengan teori2 dan tuduhan2 seakan itu semua adalah konspirasi, pengalihan issu.

Saya jadi bertanya2 dalam hatiku yang romantis ini, dimana sih sebenarnya rasa nasionalisme-mu ? Apakah kamu tidak bersyukur bahwa korban tewas sangat sedikit dibandingkan aksi teror di negara2 lain seperti Perancis misalnya yang tewas 100 orang lebih ?

Apa kamu tidak bersyukur bahwa yang tewas bukan anakmu, istrimu, ibumu ataupun keluargamu yang lain, yang mungkin saja sedang berada di mall Sarinah ketika teroris2 itu berhasil mem-bom di dalam mall ? Kalau sudah begitu, bisakah kamu bilang itu sekedar “pengalihan issu” ? Bisakah, Kaka ? Bisakah ?? Tampar aku, kaka.. Tamparrr….

Kenapa tidak ada sedikitpun rasa banggamu kepada negara Indonesia ini, kepada kinerja aparat2 kita ? Kamu tidak suka pada Jokowi, itu adalah hakmu. Tapi tidak punya sedikitpun rasa “kebanggaan” pada bangsa ini, bukankah itu penyakit hati ?

Apa kamu tahu, Jonse.. Sehabis mem-bom, teroris biasanya menyebarkan berita yang memperuncing keadaan, untuk memperlemah pandangan terhadap pemerintah, dan akhirnya memperbesar perbedaan ? Itu skenario mereka, dan mereka akan kirim ke orang2 seperti kamyu, say… ( Ah, maaf kalo kamu jengah ku panggil say, maksudku bukan sayank tapi sayur…).

Kenapa mereka mengirim berita ke orang2 seperti kamu ? Karena mereka tahu bahwa pengikutmu banyak dan mereka mendengarkan kamu. Dan ketika kamu berkata A, mereka akan menambahkan dengan A plus, A kuadrat dan terus berkembang. Sehingga suburlah rasa benci mereka kepada pemerintah ini.

Apakah benar itu hanya “kritikan”, Jonru ? Benarkah seperti katamu itu hanya sekedar kritikan kepada pemerintah ? Oh, Come on jujurlah sedikit pada dirimu sendiri bahwa kamu punya andil besar untuk memecah-belah bangsa ini dengan membantu teroris menanamkan kebencian di dada mereka.

Kamu mungkin tidak sadar, karena buat kamu mereka hanya market untuk jualan sprei kan ? Tanpa mereka kamu gak bisa jajan, kan ? Ah, halal sekali caramu memberi makan keluargamu..

Mungkin kamu anggap nasihat saya ini hate speech, tapi biarlah. Saya mah gitu orangnyah, kalau naek metik seinnya ke kiri beloknya ke kanan.

Asu dahlah.. Saya berdoa semoga kamu selalu dalam lindungan-Nya dan dibukakan hatimu supaya lebih terang. Saya sebenarnya sayang kamu, sepatu botku..

Kapan2 kita minum secangkir kopi vietnam tanpa sianida. Biar kuceritakan indahnya Indonesia sekarang ini, begitu juga dulu situasi Suriah dan kita sama2 tidak mau negara damai ini seperti itu, kan Jon ? Saya yakin, kamu juga tidak mau.

Sekian surat dari saya yang manis – kata emak – ini. Semoga kamu mengerti isi hatiku.
With love,hug and my raised middle finger.

Nb : Saya dengar kamu bisa ngetik sambil split, Jon ? Bokongmu gak suwek ?

loading...