Survei: Tren Elektabilitas Ahok Turun, Yusril, Risma, dan Sandiaga Terus Melejit

0

TERASBINTANG.com – Peluang mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI 2017 kian tinggi setelah calon petahana itu tren elektabilitasnya cenderung menurun. Beberapa kasus korupsi yang diduga melibatkan Ahok menjadi momok yang menakutkan bagi Ahok, dan menguntungkan bagi lawannya.

Demikian hasil survei yang dilakukan Konsep Indonesia (Konsepindo) pada medio April-Mei 2016. Menurut Direktur Konsepindo Veri Muhlis Ariefuzzaman, dinamika pilihan politik warga DKI Jakarta dipengaruhi cukup signifikan oleh respon publik Jakarta terhadap pemberitaan media yang berkembang selama sebulan terakhir.

Isu publik yang dipandang mempengaruhi pilihan politik warga DKI Jakarta adalah Kasus RS. Sumber Waras (57,4%), Reklamasi Teluk (56,8%), Penggusuran Pasar Ikan (55%), Relokasi ke rumah susun  (52,7%), Beda Agama (51,1%), Beda Suku/ras (44,8%), Kasus Korupsi UPS (59,5%) dan Keterlibatan Panama Papers (59,4%).

“Terdapat kecenderungan penurunan signifikan perolehan elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama  (51%-39%) dalam sebulan terakhir, berbanding terbalik dengan YIM, Risma dan Sandiaga,” papar Veri saat menjelaskan hasil survei Konsepindo di Hotel Alia Cikini, Selasa (10/5).

Penting untuk dicermati, kata Veri,  jika empat kandidat yang selalu menempati rangking tertinggi dalam bebera survei disimulasi dengan pertanyaan khusus menggunakan 5 nama, maka diperoleh urutan yang semakin konsisten bahwasanya Ahok menempati urutan pertama/unggul (kisaran terendah 37,1% hingga tertinggi 44,8%), Yusril Ihza Mahendra (kisaran terendah 21% hingga tertinggi 25,5%), Tri Rismaharini (kisaran terendah 6,3% hingga tertinggi 13,5%), serta Sandiaga Uno (kisaran terendah 2,3% hingga tertinggi 8,1%).

Jika merujuk hasil riset Populi Center pada awal April 2016 kemarin, kata Veri, maka hasil riset ini menjadi temuan terbaru terkait dinamika perubahan pilihan politik warga DKI Jakarta dalam kurun sebulan terakhir (April-Mei 2016).

Bandingkan misalnya pada bulan April 2016 Populi Center merilis elektabilitas top of mind dari Basuki Tjahaja Purnama sebesar 50,8%, sementara bulan Mei 2016 Konsep Indonesia mendapatkan data penurunan signifikan perolehan dukungan elektabilitas pemilih menjadi 27,9% (terbuka) dan 38,9% (simulasi 14 Nama).

“Di antara para kandidat yang paling mendekati peluang bersaing dengan Basuki Tjahaja Purnama adalah Yusril Ihza Mahendra dengan selisih 14-18%, sementara Risma dengan selisih kisaran 22-32%. Terdapat kecenderungan penurunan signifikan perolehan elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama  (51%-39%) dalam sebulan terakhir, berbanding terbalik dengan YIM, Risma dan Sandiaga. Meskipun rentang elektabilitas Yusril Ihza Mahendra terpaut jauh dengan Risma dan Sandiaga,” pungkasnya. (SUM)

KOMENTAR