Tahu Makna Imlek? Yuk Belajar dari Pakar Sejarah Tionghoa

0
loading...

TERASBINTANG.com – Perayaan Imlek sudah membudaya di tengah mayarakat keturunan Tionghoa. Biasanya, momen tahun baru ini identik dengan angpau atau selebrasi barongsai.

Hari Raya Imlek juga menjadi momen pertemuan anggota keluarga sekali dalam setahun. Dosen Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (Unair), Sintha Devi Ika Santhi Rahayu mengatakan, Imlek atau Sin Cia sekaligus merupakan simbol tumbuhnya harapan baru karena bersamaan dengan datangnya musim semi.

“Perayaan Imlek sudah ada dan menjadi tradisi orang Tionghoa ribuan tahun lalu. Bahkan terkait dengan hal itu, keberadaan etnis Tionghoa di Indonesia lebih dulu ada dibandingkan dengan orang-orang Belanda,” sebutnya dinukil dari laman Unair, Sabtu (28/1/2017).

Sintha menjelaskan, bagi etnis Tionghoa yang masih memegang tradisi leluhur, perayaan Imlek menjadi rutinitas setiap tahun. Pelaksanaan perayaan pun kental dengan sejarah panjang dan berbagai simbol harapan baru dalam sebuah kehidupan.

“Perayaan Imlek dari masa ke masa itu berubah-ubah sesuai selera para penyelenggara atau yang merayakan Imlek,” tuturnya.

Terkait pernak-pernik Imlek, pakar sejarah Tionghoa itu menceritakan beberapa makna seperti warna merah, baju baru, hingga angpao. Menurut dia, warna merah sendiri identik dengan harapan untuk selalu diberikan kehidupan yang bahagia, makmur, dan sejahtera.

“Memang banyak ritual dilakukan demi terwujudnya harapan, mulai dari rumah sendiri, hingga puncak acara pada malam kelima yang biasa disebut Cap Go Meh. Nah, kalau untuk barongsai adalah kepercayaan mereka akan binatang singa yang bisa mengusir keburukan-keburukan, arwah-arwah jahat, dan hal-hal tidak baik lainnya,” tambahnya.

Sementara tahun ini memasuki shio ayam api. Sintha menyebut, ayam sapi menandakan kepribadian yang jujur, energik, cerdas, fleksibel, dan memiliki rasa percaya diri yang kuat.

loading...