Tak Urus Deradikalisasi, MUI Dituding Terlalu Sibuk dengan “Bisnis” Sertifikasi Halal

0
loading...

TERASBINTANG.com — Kinerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendapat sorotan publik. Lembaga yang memayungi berbagai ormas Islam di tanah air ini dituding terlalu sibuk dengan bisnis sertifikasi halal dan melupakan ancaman besar bagi Indonesia dan Islam, yaitu menguatnya radikalisme agama.

Salah satu bukti menguatnya radikalisme agama, menurut sejumlah pengamat teroris, dengan masuknya paham ISIS ke tanah air.

Tak hanya ISIS, sejumlah aliran agama garis keras juga tumbuh subur di bumi pertiwi karena belum ada gerakan deradikalisasi secara massif.

Syayangnya MUI dinilai lepas tangan melakukan upaya deradikalisasi lantaran terlalu sibuk dengan urusan bisnis sertifikat halal.

Menanggapi tudingan tersebut, Amidhan selaku pengurus MUI Pusat tegas melayangkan bantahan.

“Tidak benar itu. Sertifikasi halal dan deradikalisasi itu dua hal yang berbeda. Ada yang mengurusnya masing-masing,” ungkap Amidhan, kepada Terasbintang.com.

Ditanya lebih lanjut apakah aliran keagamaan seperti MMI (Majelis Mujahidin Indonesia), JAT (Jama’ah Ansharut Tauhid) dan JAS (Jama’at Anshorusy Syariah) masuk kategori sesat atau tidak, Amidhan mengaku belum bisa memastikan.

“Ada macam-macam aliran lah ya,kita selalu melakukan penelitian. Kan ada komisi pengkajian,nanti hasilnya dilaporkan ke komisi fatwa. Kalau menyimpang ya kita fatwakan menyimpang,” pungkas Amidhan

loading...