Tamasya al-Maidah Picu Kerawanan?, Gema Jakarta: Justru Motivasi Kami Pastikan Pilgub Damai

0

TERASBINTANG — Salah satu program Gerakan Kemenangan Jakarta (Gema Jakarta) bernama Tamasya al-Maidah mendapat sorotan publik. Pasalnya, program yang akan mendatangkan umat Islam dari daerah ke Jakarta itu dinilai akan memicu kerawanan pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Wakil ketua Gema Jakarta, Farid Poniman, membantah anggapan itu. Menurutnya, apa yang diinisiasi dirinya dengan program tamsya al-Maidah itu justru adalah untuk memastikan Pillkada Jakarta putaran kedua berlangsung damai.

“Kami ini kan sebenarnya hanya merespon. Merespon dari apa yang terjadi pada putaran pertama. Waktu itu, banyak umat Islam mengaku tidak nyaman saat mencoblos. Bahkan ada beberapa kecurangan. Juga ada misalnya intimidasi seperti kasus Iwan Bopeng. Pada putaran kedua, kami ingin itu semua tidak terjadi lagi,” kata Farid saat menjadi pembicara pada seminar dengan tema tamasya al-Maidah: menimbang kerawanan Pilgub Jakarta yang diselenggarakan Madjid Politika di D’Hotel Jakarta Selatan, Kamis (30/3).

Farid juga menegaskan bahwa para peserta tamasya al-Maidah adalah umat Islam yang sudah terlatih untuk tidak terprovokasi. Jadi, kata dia, dapat dipastikan, peserta tamasya al-Maidah tidak akan membuat kericuhan.

“Kami sudah terlatih. Baik pada aksi bela Islam I maupun jilid II. Kita tunjukkan bahwa kita punya akhlak, dengan tidak membuat keributan. Pada tamasya al-Maidah, juga akan kami tunjukkan bahwa kami akan berikan kesejukan,” kata dia. (SUM)

loading...