Tangani Kelompok Intoleran, Presiden Jokowi Bentuk Tim Khusus

0
loading...

TERASBINTANG.com– Kelompok intoleran memanfaatkan kebebasan dan demokrasi yang ada di Indonesia untuk memekarkan sayap pengaruh. Sejumlah kampus dan perguruan tinggi telah dimasuki kelompok intoleran. Mereka gencar merekrut orang dan berkampanye.

“Kelompok-kelompok intoleran saat ini sudah berani memasuki kampus. Ini memprihatinkan kita semua. Juga intoleransi ini menyebabkan secara umum, kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia mengalami penurunan drastis,” kata Ketua Komnas HAM Imdadun Rahmat usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jum’at (9/12/2016).

Dari hasil pertemuan Komnas HAM dengan Presiden Jokowi, disimpulkan negara harus menangkal berkembangnnya kelompok intoleran. Presiden Jokowi menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk menangani kelompok intoleran secara sistematis.

“Akan dibentuk tim khusus semacam task force untuk menghandle penyebaran ideologi kekerasan, radikal, fundamentalis, dan virus-virus kekerasan. Akan ada upaya sistematis untuk membendung itu,” kata Imdadu Rahmat.

Presiden Jokowi yang menentukan langsung siapa saja yang akan menjad anggota tim khusus ini. Selain dari internal pemerintah dan Komnas HAM, juga melibatkan kelompok sipil.

Di samping berupaya menangkal kelompok intoleran, tim khusus mendapat mandat untuk memperkuat semangat nasionalisme dan kebangsaan.

loading...