Tangkal Gerakan Pemecah Belah, Ribuan Mahasiswa Gelar Apel Kebangsaan Besok

0

TERASBINTANG.com – Isu SARA yang mendera masyarakat ibu kota jelang Pilgub DKI Jakarta benar-benar telah menyita pikiran dan mental. Berbagai provokasi belalu lalang di depan mata. Apalagi sejumlah ormas Islam akan turun jalan menggelar aksi demo Bela Islm besok.

Namun di tengah gempita isu pecah belah itu, ada saja pikiran-pikiran dingin yang mendahulukan kepentingan persatuan bangsa di atas segala-galanya. Besok, bertepatan dengan demo 4 November yang fenomenal itu, gabungan dari sejumlah aktivis dari berbagai organisasi (PB PMII, PP GMNI, PP GMKI, PP PMKRI, PP HIKMAHBUDI, PP KMHDI) akan menggelar Apel Kebangsaan, Sekitar pukul 14.30 Wib di Plataran Tugu Proklamasi JL. Proklamasi No.56 Menteng Jakarta Pusat. Sebanyak 1.500 orang bakal hadir acara ini.

Spanduk akan terpampang di sekitar lokasi ini, antara lain bertuliskan:
1. Indahnya Kedamaian Dalam Perbedaan.
2. Bhineka Tunggal Ika Berbeda Namun Tetap Satu, NKRI Harga Mati.
3. Habbul Wathon Minal Iman, Cinta Tanah Air Dari Pada Iman.
4. Indonesia Ada Karena Keberagaman.

Aksi yang akan digelar secara bersamaan dengan Demo Bela Islam II ini akan mengaskan sikap dan komitmennya terhadap Indonesia.

“Kami organisasi mahasiswa tingkay nasional menegaskan TIDAK akan menggelar aksi serupa, melalui agenda Apel Kebangsaan ini kami harapkan kepada seluruh masyarakat indonesia, terutama yang ada di sekitar Jakarta agar tetap merajut kebhinekaan dan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta tetap tenang, tidak panik dan tidak terpengaruh upaya – upaya provokasi, serta tetap melakukan kegiatan seperti biasa, kami meyakiti bahwa indonesia dalam keadaan yang stabil, aksi Jum’at berjalan damai, Demontrasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara oleh karenanya setiap orang berhak menyampaikan aspirasinya dan pendapatnya secara tertib dan damai, Kami mahasiswa akan selalu setia menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, Kami juga berkomitmen untuk menjadi benteng pertahanan dari hal – hal yang dapat mengancam stabilitas Bangsa”.

KOMENTAR