Terbongkar! Pendemo Ahok Akui Ada Pertemuan dengan Politisi Sebelum Teriak-teriak Takbir di Jalan

0
Demo FPI

TERASBINTANG.com – Ormas Islam yang akan turun ke jalan untuk menggelar aksi demo “Tangkap Ahok” pada 4 November besok tak menampik melakukan pertemuan dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah dengan politisi. Hal ini diakui oleh Koordinator Jakarta Selatan Ardiansyah saat dihubungi.

Namun demikian, ia enggan menjelaskan panjang lebar ihwal pertemuan tersebut. Termasuk apakah politisi yang dimaksud adalah pertemuan dengan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon di Senayan beberapa waktu lalu, atau justru dengan politisi dalam pengertian partai politik. Ia tak menjelaskan sejauh itu.

“Oh iya ada,” katanya.

Bila kemungkinan kedua yang terjadi, agak-agaknya tidak berlebihan jika santer terdengar kabar massa ormas Islam tersebut sengaja digiring dalam jebakan yang sudah disediakan partai politik. Partai politik sengaja membuat jebakan tersebut, lalu menggunakan tangan siapa saja, termasuk ormas Islam, yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk menjangkau suara pemilih demi statistik pemilu-pilkada.

Namun, lagi-lagi, tentu hanya ormas Islam, politikus busuk, dan Allah lah yang tahu soal ini.

Namun, sebagai hamba Allah, Ardiansyah mengaku dirinya tidak pernah terlibat atau dilibatkan dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, para komandan di atas lah yang melakukan lobi sana-sini, termasuk dengan politisi itu. Dirinya dan massa di bawah hanya tahu laporannya saja.

“Tapi cuma di kalangan atas saja. Kita tahunya kabar aja bahwa sudah ketemu orang ini, orang itu,” katanya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa ormas Islam yang tergabung dalam demo Tangkap Ahok 4 November besok menerima setoran duit sebesar 10 Miliar. Duit itu masuk ke kantong ormas Islam yang bakal teriak-teriak takbir dari Majid Istiqlal ke Istana Presiden besok.

Beking-membeking parpol atas aksi berkedok Islam kian tak terbantahkan, ketika dua politisi papan atas, Fahri Hamzah dan Fadli Zon, kabarnya, akan turun meramaikan aksi. Di sinilah demo bela Islam menjadi abu-abu, apakah murni membela Islam, atau sekedar memprovokasi massa dan warga ibu kota juga Indonesia untuk saling membenci dan menyudutkan posisi lawan politik? Wallahu A’lam Bissowabb. (za)

KOMENTAR