Terkait Makar, Polisi Panggil Koordinator Massa Aksi 212 dari Sumbar

0
loading...

TERASBINTANG.com – Dugaan makar yang menyeret beberapa aktivis, seniman, dan purnawirawan terus diusut oleh Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Upaya makar itu diduga hendak memanfaatkan massa aksi 212 di Monas, Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2016.

Penyidik sudah memanggil Irfianda Abidin, salah satu koordinator massa aksi 212 dari Sumatera Barat (Sumbar), untuk diperiksa atas kasus makar. Sayangnya, ia hanya diwakili kuasa hukumnya.

“Irfianda belum bisa datang karena ada beberapa hal yang perlu dikonfirmasi ke pihak polisi,” kata kuasa hukum Irfianda, Kapitra Ampera di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Kapitra mengungkapkan kliennya belum mengetahui akan diperiksa sebagai aksi makar dan untuk tersangka siapa. Karena itu dia mengutus Kapitra untuk konfirmasi ke penyidik.

“Kebetulan karena beliau juga ada di Sumatera Barat, biar konkret dulu sehingga informasi hukumnya bisa dipahami oleh Irfianda sebagai saksi yang dipanggil,” paparnya.

Namun, Kapitra yang merupakan salah satu Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) itu tak mengungkapkan apakah kliennya memiliki kedekatan dengan para tersangka makar atau tidak.

Menurut dia, kedatangannya itu untuk memastikan pemeriksaan kliennya untuk tersangka siapa. “Kami minta kejelasan karena saksikan orang yang mengetahui, melihat, dan mendengar langsung saat peristiwa tindak pidana,” kata Kapitra.

Kapitra menegaskan, kliennya akan bersikap kooperatif jika pemanggilannya sebagai saksi jelas. “Hari ini belum hadir, kita mewakili dulu dan bertanya kepada penyidik, dia saksi untuk siapa, dan keterkaitan pengetahuan dia apa,” pungkas dia.

Seperti diketahui, 11 orang aktivis, seniman, dan purnawirawan ditangkap di beberapa pada Jumat 2 Desember 2016 atau sesaat jelang aksi damai 212. Mereka diduga kuat hendak melakukan makar dengan memanfaatkan massa aksi belas Islam tersebut.

Tujuh tersangka makar yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri. Mereka langsung dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan 24 jam di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Begitu juga terhadap musisi Ahmad Dhani yang dalam penangkapan tersebut ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

 

loading...