Terkait Pembahasan Sistem Pemilu Terbuka atau Tertutup, KPU Serahkan Sepenuhnya ke DPR

0
loading...

TERASBINTANG.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyerahkan pengambilan keputusan sepenuhnya ke DPR terkait sistem pemilu proporsional terbuka atau tertutup.  Kini, beberapa isu krusial di RUU Penyelenggaraan Pemilu belum mencapai kata sepakat.

“KPU tidak mau terlibat di sana, karena itu sangat politis. Tapi, KPU berikan aspek teknisnya, KPU tidak mau nanti ditarik-tarik. Untuk masalah sistem diserahkan ke DPR, kita kasih yang teknis,” kata Ketua KPU, Arief Budiman di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2017).

Arief menyebut bahwa KPU hanya memberi pandangan secara teknis terkait sistem tersebut.

“Kalau ditanya soal terbuka atau tertutup kami menjawab dari segi teknis. Misalnya kalau terbuka surat suaranya akan lebih gede, kalau tertutup itu surat suaranya lebih simpel dan desainnya sederhana. Jadi kami menjelaskan soal teknisnya, tidak menjelaskan soal sistemnya,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, isu-isu krusial yang masih dibahas di RUU Pemilu adalah Presidential threshold, parliamentary threshold, konversi suara menjadi kursi, dan sistem pemilu terbuka-tertutup. Terbaru, Ketua Pansus RUU Pemilu di DPR, Lukman Edy menyebut sudah ada 7 fraksi yang setuju presidential threshold ditiadakan.

Apabila tidak kunjung mencapai kata sepakat, isu-isu krusial ini akan divoting. Pembahasan RUU Pemilu sendiri molor dan kini ditargetkan selesai pada 18 Mei 2017 mendatang.

loading...