Terkait Uang Dua Gepok Istri Siyono, Kapolri: Itu Uang Kemanusiaan, Kalau Tidak Mau Gak Apa-apa

0
Menhub Ignasius Jonan (tengah) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kanan) dan Plt Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti (kiri) sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/1). Sidang kabinet tersebut membahas RAPBNP Tahun 2015. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/ama/15.

TERASBINTANG.com –  Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengakui bahwa uang dua gepok yang diterima istri terduga teroris asal Klaten, Siyono, adalah pemberian polisi. Tapi, uang itu bukan uang sogok.

Seperti diketahui, Istri Siyono mengaku didatangi dua orang perempuan diduga Polwan yang memberi dua gepok uang yang dibungkus koran dan dilakban. Uang tersebut kemudian diserahkan kembali saat keluarga Siyono bertemu dengan pengurus PP Muhammadiyah Yogyakarta dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia kemarin.

Sebagian orang menuding, uang itu adalah uang sogok. Tapi, menurut Badrodin, uang itu adalah uang kemanusiaan yang diberikan untuk pembinaan.

“Bukan menyogok, itu uang bina,” kata Badrodin kepada wartawan di Jakarta, Rabu, (30/3/2016)
“Jadi begini. Hal itu kan bagian kemanusiaan. Kalau tidak mau terima, ya tidak apa-apa,” imbuhnya

Tewasnya Siyono dalam pengawasan Densus 88 masih kontroversial. Berdasarkan keterangan polisi, Siyono tewas setelah melawan anggota Densus 88. Saat itu Siyono dan anggota Densus berada di mobil menuju tempat persembunyian senjata yang ingin terduga teroris itu tunjukkan.

Polri pernah merilis hasil otopsi jenazah Siyono. Isinya, Siyono meninggal karena pendarahan di rongga kepala bagian belakang. Pendarahan tersebut diduga karena kepala Siyono berbenturan dengan bingkai jendela di dalam mobil. (SUM)

KOMENTAR