Ternyata Ini Tujuan Kapolri Minta Penggeledahan di Institusinya Harus Seizin Dirinya

0
loading...

TERASBINTANG.com – Permintaan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar aktivitas penggeledahan oleh penegak hukum lain di institusi Polri dilakukan atas seizin dirinya adalah permintaan biasa yang tidak harus dibesar-besarkan. Pasalnya, permintaan tersebut sudah lama dilakukan yang bertujuan agar satuannya bisa memberikan pendampingan terhadap anggotanya yang terjebak dalam kasus tertentu.

“Itu hanya penegasan saja, ini sudah lama. Pendampingan nanti yang dampingi propam atau hukum. Yang bermasalah dengan hukum laporkan ke pimpinannya, nanti didampingi,” ujar Rikwanto di sela-sela acara Kampanye Anti Pungli, di Bundaran HI, Minggu (18/12/2016).

Kenapa Polri perlu mengetahui dan memberikan penegasan atas hal tersebut?

Salah satu alasannya adalah karena banyak kasus-kasus yang melibatkan anggota Polri, tapi pimpinannya tidak mengetahui langsung kejadiannya. Dia hanya tahu melalui media. “Untuk penegasan itu saja supaya satuannya tahu dan ada pendampingan. Panggilan dari manapun, kejaksaan, KPK. Itu pimpinan wajib tahu dan didampingi,” ujar Rikwanto.

Surat bernomor KS/BP-211/XII/2016/DIVPROPAM tersebut, dikeluarkan pada 14 Desember 2016. Surat dari Kapolri ini ditujukan untuk Kapolda-kapolda dan ditembuskan ke Irwasum Polri.

Dalam bagian awal surat tersebut disebutkan, adanya panggilan-panggilan kepada anggota atau perwira Polri oleh penegak hukum lain, selama ini tak pernah diketahui oleh pimpinan Polri. Merujuk dari hal tersebut, melalui surat itu, Tito Karnavian meminta agar setiap tindakan dari penegak hukum lain harus dimintakan izin ke pimpinan Polri terlebih dahulu.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, apabila ada tindakan hukum geledah, sita dan masuk di dalam ruangan Mako Polri oleh penegak hukum, KPK, Kejaksaan, Pengadilan, agar melalui izin Kapolri UP (melalui) Kadivpropram Polri di tingkat Mabes Polri, dan Kapolda serta Kabidpropam di tingkat Polda,” demikian bunyi surat yang bersifat arahan tersebut.

loading...