Terungkap! Ternyata Ini Aplikasi Chat yang Dipakai Teroris Bekasi Berhubungan dengan Bahrun Na’im

0
loading...

TERASBINTANG.com – Terorisme makin menjadi ancaman nyata, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara di dunia. Kemarin, baru saja Polisi menangkap jaringan teroris di Bekasi, Jawa Barat. Pada saat yang bersamaan, di Istambul dan Cairo, Mesir, teror bom berkekuatan jumbo meledak dengan jumlah korban yang tidak sedikit.

Untung saja Indonesia mampu mendeteksi dan melakukan pencegahan diri terhadap gerakan teroris sebelum beraksi. Pasalnya, bom seberat 3 kilo gram yang ditemukan di sebuah kontrakan di Bekasi itu berdaya ledak tinggi dengan dampak sekitar 300 meter.

Kuat dugaan, kawanan teroris Bekasi itu masih ada hubungan darah dengan jaringan ISIS klan Bahrun Na’im, sosok yang mendalangi bom Thamrin beberapa waktu lalu. Lalu bagaimana mereka menjalin hubungan dan komunikasi untuk melancarkan aksinya itu?

Telegram. Ya, mereka berkomunikasi via Telegram. Hal ini diungkap Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Komisaris Besar Awi Setiyono. Menurutnya, empat teroris tertangkap 10 Desember 2016 itu, aktif berkomunikasi dengan teroris Bahrun Na’im via Telegram.

“Mereka belajarnya (mempersiapkan aksi terornya) lewat telegram,” ucap Awi saat memberikan keterangan pers di kantor Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Minggu, 11 Desember 2016.

Melalui channel telegram tersebut, mereka berkomunikasi mengenai  teknik membuat bom berdaya ledak tinggi tersebut. Teknik perakitan bom perlu disampaikan via telegram karena keempat teroris yang ditangkap merupakan sel baru dari jaringan teroris Bahrun Na’im. Dengan kata lain, mereka belum menguasai teknik membuat bom.

Saat ini, menurut Awi, kepolisian masih menelusuri apa saja komunikasi yang dilakukan empat teroris itu dengan Bahrun Na’im. Apalagi, tutur dia, ada dugaan bahwa komunikasi via telegram tersebut juga berkaitan dengan pendanaan aksi teror. “Masih kami telusuri,” kata Awi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap empat terduga teroris itu, Sabtu kemarin. Mereka diduga akan melakukan serangan bom bunuh diri di depan Istana Kepresidenan pada Minggu, 11 Desember 2016. Empat orang yang telah dinyatakan sebagai tersangka itu berinisial MNS, S, AS, dan DYN.

loading...