Tokoh Kalijodo Melawan dan Cari Dukungan, Ahok: Anda Mengakui Kalijodo di Tanah Negara Kan?

0
loading...

TERASBINTANG.com –  Tokoh Kalijodo, Daeng Aziz, melawan rencana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menggusur pemukiman di kawasan Kalijodo. Daeng beralasan, dirinya dan warga lainnya sudah puluhan tahun tinggal di Kalijodo.

Tak hanya itu, warga di sana juga ada yang membeli tanah kepada orang lain. Bahkan, kata Daeng, warga juga sudah membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Karena itu, penggusuran tak dapat dibenarkan. Untuk melawan Ahok, Azis hari ini juga berkeliling meminta dukungan kepada Komnas HAM dan DPRD DKI.

Mendapat protes seperti itu, Ahok langsung bereaksi. Ahok menegaskan, ditempatinya lahan di Kalijodo sama dengan pendudukan lahan di Kampung Pulo yakni menduduki lahan negara.

“Itu sudah sama kasusnya seperti Kampung Pulo. Mereka jual beli lahan di atas tanah negara,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/2/2016).

Maka, kata dia, pemukiman di Kalijodo itu harus dikembalikan kepada jalur hijau. Tak peduli mereka sudah membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), mereka tetap bukan pemilik tanah di sana.

“Karena kamu tinggal sekian tahun, kita kalau mau balikin PBB boleh, asalkan sekarang saya tagih anda sewa tempat. Anda bisnis loh. Anda mengakui di atas tanah negara kan? Kalau begitu anda harus bayar sewa dong. Ada hitungan dari Kementerian Keuangan,” tegas Ahok.

Terkait pertanyaan Azis soal Season City, Taman Anggrek, dan Teluk Intan, yang menurut Aziz juga sama sebagai jalur hijau namun tak digusur, Ahok menjawab bahwa itu tidak benar.

“Kalau kita membangun, enggak mungkin ada sertifikat membangun mal kalau itu di atas jalur hijau. Season City, Taman Anggrek. Kalau soal dulu sudah diubah, saya enggak tahu. Tapi sekarang sudah enggak ada (jalur hijau di sana),” kata Ahok. (SUM)

loading...