Transkrip Pelintiran Buni Yani Jadi Penyebab Masyarakat Protes Pidato Ahok

0
loading...

TERASBINTANG.com – Tim kuasa hukum terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengungkapkan tidak ada masalah dengan pidato Ahok saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, 27 September lalu.

Kuasa hukum Ahok, Trimoelja D Soerjadi, dalam membacakan eksepsinya di gedung bekas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016), dakwaan Ahok telah menistakan agama Islam berdasarkan desakan massa.

“Pengadilan ini adalah berdasarkan desakan massa yang dimulai dengan pidato Ir Basuki Tjahaja Purnama di Pulau Pramuka yang di-upload Kominfo Pemprov DKI dan tidak ada 1 orang pun yang marah, tersinggung, saat mendengarkan langsung pidato tersebut,” ujar Tri.

Justru, kata Tri, pidato Ahok menuai protes setelah videonya dishare oleh Buni Yani dengan transkrip pelintiran dan provokatif.

“Namun 9 hari kemudian, setelah mendengar video dan transkrip yang terpotong yang diedit dan diunggah dengan kata-kata provokatif oleh Buni Yani yang sudah ditetapkan jadi tersangka, pada awal Oktober 2016, sejak itu pula protes yang berkembang hingga berujung aksi demo pada 14 Oktober 2016, dilanjutkan 4 November dan 2 Desember,” ucap Tri.

loading...