Ulama, Tokoh, hingga Politisi Sepakat Shalat Jumat di Jalan Umum Tak Dibenarkan

0
Demo FPI

TERASBINTANG.com – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI berencana menggelar aksi lanjutan terkait dengan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Anehnya, aksi tersebut akan digelar dengan cara shalat jumat di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin pada 2 Desember besok.

Rencana itu pun kerap mengundang kontroversi. Bagaimana pun ide shalat di tengah jalan dan mengganggu ketertiban umum tak pernah ada presedennya dalam Islam. Bagaimana mungkin shalat digelar di tengah jalan. Sudah sedemikian krisiskah akhlaq umat Islam hari ini?

Terkait dengan rencana aksi tersebut, sejumlah ulama, tokoh masyarakat, hingga politisi sepakat bahwa demo dengen menggelar shalat jumat di jalan tak dibenarkan. Berikut komentar tokoh seperti dirangkum terangbintang.com.

KH. Mustofa Bisri

“Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasulullah SAW baru kali ini ada bid’ah sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran,” sambung mantan Rois Syuriah Nahdhlatul Ulama (NU) ini.

Din Syamsuddin

“Tunaikanlah salat Jumat di masjid-masjid. kalau penuh kan ada halamannya, tidak perlu di Jalan Sudirman dan Thamrin, itu akan mengganggu ketertiban umum,”

KH. Abdul Moqsith Ghazali

“Kalau begitu, tidak boleh melakukan aktivitas salat Jumat di jalanan. Bahkan ada ulama yang memakruhkan shalat Jumat dilakukan di jalanan. Apalagi masjid-masjid yang tersedia cukup lebar. Sehingga praktis tidak ada alasan untuk melakukan salat Jumat di tengah jalan,” terangnya.

Zulkifli Hasan
“Itu saya mengimbau, demo itu hak, dijamin konstitusi, tapi sebagai ketua MPR saya mengimbau untuk tanggal 2 (Desember) itu salat Jumat ya di masjid. Bayangkan kalau ada masjid masa kita salat Jumat di jalan,”

Kapolda Metro Jaya

“Itu (salat Jumat di Sudirman-Thamrin) yang tidak diperbolehkan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Karena mengganggu ketertiban umum, mengganggu aktivitas masyarakat lain,”

KOMENTAR