Unik! Seleksi Calon Ustadz, Masjid Ini Pertimbangkan Komitmen Keagamaan dan Kebangsaannya

0
TERASBINTANG.com – Masjid Ash-Sholihin termasuk madjid unik dan modern. Di tengah terpaan isu radikalisme agama yang mencokol di masjid-masjid, Ash Sholihin justru keluar dari pakem itu dan berusaha menemukan alternatif pemahaman keagamaan yang pas untuk konteks keindonesiaan. Salah satunya adalah dengan mempertimbangkan komitmen kebangsaan, selain keagamaannya (tentu saja), dalam menyeleksi ustad-ustadznya.
Tujuannya, agar ustadz yang mengajar di masjid ini punya tanggungjawab moral dan sosial untuk membantu negara mendisiminasi budaya toleransi agama, mengingat Indonesia dianut oleh berbagai macam suku, budaya dan agama. Sehingga, pemahaman agama harus diletakkan dalam konteks realitas yang dinamis itu.
“Kita hidup dalam konteks sosial budaya yang majemuk, baik dari suku-bangsa, maupun agamanya. Nah, perbedaan ini harus kita sikapi dengan bijaksana,” kata Ustadz Sodiqin Jarkasyi, Ketua Pengurus Masjid Ash-Sholihin, saat ditemui di Jl. Walang Baru Raya, Plumpang Semper, Koja, Jakarta Utara.
Menurut Ustad Sodiqin, adalah tindakan naif bila ustadz atau penceramah hanya memahami kandungan agama, tetapi tidak mampu menerjemahkannya dalam masyarakat modern dan majemuk. Salah satunya adalah bagaimana umat Islam menyikapi sistem demokrasi yang dianut di Indonesia.
“Malah menurut saya sangat naif bila umat Islam menolak demokrasi, karena begitu mereka menolak demokrasi sebagai sistem negara yang diakui di Indonesia, umat islam dengan sendirinya akan terkucilkan. Sikap paling baik menurut saya adalah bagaimana kita mensinergikan kekuatan yang ada untuk membantu negara memberikan kesejahteraan kepada rakyat Indonesia. Islam dan demokrasi seiring, sejalan dan saling melengkapi,” katanya. (wp)
loading...