Ustad Bachtiar Nasir Disebut Bantu Teroris, Anggota GusDurian Ini Minta Pertanggung Jawaban

0
loading...

TERASBINTANG.com — Seperti kita ketahui bersama, ustad Bachtiar Nasir menahkodai sebuah lembaga kemanusiaan yang bertujuan untuk menjaring donasi dari masyarakat Indonesia ketika sedang ada bencana. Pada saat Aleppo diserang habis-habisan oleh pemberontak Jays Al-Islam, Bachtiar Nasir turun tangan menjaring dana lewat lembaga Indonesian Humanitarian Relief.

Bantuan yang sudah terkumpul ditengarai tidak diberikan kepada masyarakat tertindas, Aleppo, oleh Bachtiar Nasir. Akan tetapi bantuan tersebut diberikan kepada pemberontak atau teroris Jays Al-Islam.

Hal itu diketahui setelah masyarakat Aleppo menemukan gudang logistik Jays Al-Islam, sebagaimana terlihat dalam sebuah video. Di gudang tersebut ditemukan logistik dari Indonesia yakni bantuan dari Indonesian Humanitarian Relief pimpinan Bachtiar Nasir.

Kejadian unik ini juga dinyatakan oleh Rumail Abbas, peneliti budaya dari Rumah Kartini dan juga member komunitas GusDurian, melalui akun Twitternya @stakof. Rumail Abbas menduga Bachtiar Nasir sengaja memberikan logistik untuk kelompok teroris karena dia selama ini tidak pernah mengklarifikasi logistik salah sasaran.

“Dalam website-nya, Bachtiar Nasir pun tidak menyinggung logistik salah sasaran. Saat Aleppo dibombardir, dia masih menggalang dana,” sesal Rumail Abbas di salah satu cuitannya di Twitter.

Bukan tidak mungkin, kata Rumail Abbas, Bachtiar Nasir memberikan bantuan kepada Jays Al-Islam. Sebab dia dan kelompok pemberotak mempunyai kesamaan garis perjuangan. Yakni sama-sama mendambakan tegaknya khilafah.

“Kalau dipikir-pikir, Bachtiar Nasir kan memang satu lapak dengan pengusung khilafah. Jays Al-Islam & ISIS pun pendukung hal yang sama,” katanya.

Dia meminta Bachtiar Nasir mengklarifikasi persoalan ini. Apalagi dana itu berasal dari umat Islam yang diniatkan membantu masyarakat Aleppo di Suriah. Kalau tidak, Rumail Abbas menyarankan masyarakat tidak lagi memberikan bantuan kepada Indonesian Humanitarian Relief.

“Tapi sebelum Anda menyalurkan fulus ke IHR, mending tagih penjelasan Bachtiar Nasir: kenapa gudang pemberontak ada logistik IHR?”katanya.

Berikut cuitan lengkap Rumail Abbas di akun Twitternya:

1. Saat Aleppo dikuasai regim, pemberontak (Jays Al-Islam) pun kabur.Saat dilucuti, masyarakat Aleppo menemukan gudang logistik pemberontak.

2. Dalam makanan-minuman, ternyata ditemukan logistik kiriman IHR (Indonesian Humanitarian Relief) di gudang pemberontak.

3. IHR itu dipimpin Bachtiar Nasir, promotor aksi 212 & 411, gurun ideologis Teuku Wisnu, dan belum ngasih klarifikasi.

4. Dalam website-nya, Bachtiar Nasir pun tidak menyinggung logistik salah sasaran. Saat Aleppo dibombardir, dia masih menggalang dana.

5. Bahkan di kota-kota besar, seperti kawan saya yang mengabarkan di Balikpapan, akan terjadi penggalangan dana besar-besaran.

6. Tagline-nya sih: menggalang dana untuk masyarakat Aleppo (yang dibantai regim).

7. Penggalangan dana itu perlu untuk Aleppo. Kota yang sudah remuk ini perlu dana besar agar terbangun lagi.Via IHR pun boleh. Tapi…

8. … Tapi sebelum Anda menyalurkan fulus ke IHR, mending tagih penjelasan Bachtiar Nasir: kenapa gudang pemberontak ada logistik IHR?

9. Kalau dipikir-pikir, Bachtiar Nasir kan memang satu lapak dengan pengusung khilafah. Jays Al-Islam & ISIS pun pendukung hal yang sama.

10. Saya hanya khawatir. Curiga tentu perlu. Di tengah kebingungan konflik di Suriah, pemaparan publik soal ini jelas penting.

11. Dari nama, IHR itu sudah “belut”; berpotensi mempermudah pengiriman dan tidak mencurigakan kepabean bandara dan dermaga to?

12. Na’udzubillah deh kalau ternyata bantuan antum malah didistribusikan ke pemberontak. Na’udzu banget.

Sampai sekarang belum ada klarifikasi dari Bachtiar Nasir terkait kabar ini. Namun Husna dari AQL Center menganggap kabar tersebut fitnah.

loading...