Waduh! Gara-gara Sanusi, Seluruh Anggota Balegda Terancam Dipanggil KPK

0

TERASBINTANG.com – KPK akan memanggil seluruh anggota Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI untuk mendalami kasus dugaan suap terkait rancangan peraturan daerah soal reklamasi Teluk Jakarta.

“Semua pihak yang terkait dengan kasus ini akan dipanggil untuk diperiksa penyidik,” ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (4/4/2016).

Pembahasan raperda ini sudah tiga kali ditunda Balegda DPRD DKI dalam rapat paripurna. Alasan yang selalu dikemukakan adalah rapat tidak pernah kuorum alias tidak lebih dari setengah anggota yang hadir.

Duduk sebagai Ketua Balegda DPRD DKI yakni M Taufik dari fraksi Partai Gerindra dan Merry Hotma dari fraksi PDIP selaku Wakil Ketua Baleg. Di jajaran anggota Balegda DPRD DKI dari fraksi PDIP ada Dwi Rio Sambodo, Yuke Yurike, Raja Natal Sitinjak, Wiliam Yani, dan Gembong Warsono.

Ada pula Taufik Hadiawan dan Rany Mauliani asal Gerindra. Dari PKS ada H Nasrullah dan Rifkoh Abriani. PPP diwakili Matnoor Tindoan dan Ichwan Zayadi. Partai Demokrat ada Lucky P Sastrawiria, HA Nawawi, dan Mujiyono.

Partai Hanura ada M. Sangaji dan Hamidi AR. Partai Golkar ada Ruddin Akbar Lubis dan Zainuddin. PKB ada Hasbiallah Ilyas. Sementara, Partai NasDem ada Bestari Barus.

Gara-gara Sanusi

Dalam perjalanan pembahasan raperda reklamasi, KPK mencokok Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis 31 Maret 2016, pukul 19.30 WIB. Sanusi baru saja menerima uang dari Karyawan PT APL Trinanda Prihantoro melalui seorang perantara. Trinanda kemudian juga diamankan di kantornya di Jakarta Barat.

Lembaga Antikorupsi mengamankan barang bukti uang Rp1,140 miliar yang diduga merupakan suap untuk Sanusi. Politikus Gerindra ini diketahui telah menerima sekitar Rp2 miliar dari PT APL namun uang itu sudah digunakannya hingga hanya bersisa Rp1,140 miliar.

Fulus itu terkait pembahasan rancangan peraturan daerah tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035. Selain itu, terkait raperda tentang rencana kawasan tata ruang kawasan strategis pantai Jakarta Utara.

Sanusi dan Trinanda kemudian dibawa dan diperiksa di Kantor Lembaga Antikorupsi. Sementara, Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja yang juga tersangkut kasus suap ini menyerahkan diri ke KPK untuk diperiksa pada Jumat malam 1 April.

Sanusi pun dijadikan tersangka penerima suap. Dia disangkakan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang 39 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sementara, Trinanda dan Ariesman jadi tersangka pemberi suap. Keduanya disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 b atau pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Para tersangka ini juga sudah ditahan KPK. Sanusi kini meringkuk di Rumah Tahanan Polres Jakarta Selatan, Trinanda di Rutan Polres Jakarta Timur, sedangkan Ariesman di Rutan Polres Jakarta Pusat. Ketiganya harus merasakan dinginnya ubin rutan setidaknya untuk 20 hari ke depan

KOMENTAR

loading...