Wajib Baca! OKI Semprot Habis FPI

0
loading...

TERASBINTANG.com – Kelompok Front Pembela Islam (FPI) kerap menjadi pembicaraan hangat karena kontroversinya. Tak sedikit media dan para tokoh internasional berkomentar.

Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang merupakan perhimpunan negara-negara Islam, berkomentar mengenai organisasi yang mengatasnamakan Islam beberapa kali memakai tindakan yang dinilai represif, seperti FPI.

Dalam hal ini, OKI mempertanyakan dari mana lisensi dan izin organisasi masyarakat yang mengatasnamakan Islam seperti itu?

“Pertama-tama kami bertanya kepada mereka yang bertindak atas nama Islam. Dari mana mereka mendapat lisensi untuk melakukan ini, siapa yang mengizinkan mereka untuk melakukan itu?” ujar Sekjen OKI, Ekmeleddin İhsanoğlu, ketika dimintai tanggapan mengenai ormas seperti FPI, pada 2012 lalu.

İhsanoğlu juga menegaskan ketika seseorang datang dan berkata ‘Saya melakukan ini atas nama Islam’, maka harus dipertanyakan dari mana mereka mendapatkan izin dan siapa yang memberikan lisensi sehingga bisa bertindak atas nama Islam.

Kedua, imbuh pria kelahiran 26 Desember 1943 itu, setiap tindakan atas nama Islam harus diperiksa terhadap prinsip dan kriteria yang dimiliki Islam sebagai agama atau sebagai budaya.

“Selama 14 abad, bukan hal yang baru bahwa Islam diinterpretasikan atau ‘ditemukan’ oleh semua orang. Islam memiliki standar Kitab Suci Al-Qur’an dan Sunnah. Dan tentu interpretasi Al-Quran dan Sunnah harusnya hanya lembaga yang diberikan otoritas dan harus dalam konteks. Tidak ada referensi atau dogma tunggal yang kemudian dibawa keluar konteks dan diinterpretasikan,” jelas alumnus lulus dari Fakultas Seni dan Ilmu Pengetahuan Ain Syams University di Mesir itu.

İhsanoğlu kemudian menegaskan tidak ada paksaan dalam Islam , sebaliknya dikenal saling menghormati agama lain.

“Jangan lupa, agama Islam konsisten dengan dua prinsip, La Ikro Ha Fiddin, tidak ada paksaan dalam agama. Dan prinsip lain, Lakum Dinukum Waliyadin, bagimu agamamu dan bagiku agamaku,” tandas peraih gelar doktor di Universitas Ankara Fakultas Ilmu tamamladı itu.

loading...